​Faktor berikutnya yang membuat jalanan lengang dari mobil adalah karena terdapatnya pola integrasi tata kota dengan sistem pembangunan transportasi berorientasi transit. Kota Tokyo dibangun dengan konsep di mana pusat perkantoran, perbelanjaan, dan hunian terpusat di sekitar stasiun kereta besar, sehingga orang tidak perlu mengemudi jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena semuanya tersedia dalam jarak jalan kaki dari stasiun terdekat.
​Pemerintah juga menerapkan disiplin berkendara dan teknologi lalu lintas yang ketat. Tokyo menggunakan sistem sensor canggih untuk mengatur durasi lampu hijau berdasarkan volume kendaraan real- time atau kebutuhan waktu terpakai. Para pengendara dan pemakai jalan lainnya sangat patuh dan taat aturan. Hampir tidak ada masyarakat yang melanggar aturan tersebut sehingga semua orang kelihatan tertib dan sabar.
​Para pengemudi di Tokyo sangat patuh pada aturan. Jarang ada kendaraan yang memotong jalur sembarangan atau berhenti di bahu jalan, yang biasanya menjadi pemicu kemacetan di kota lain.
​Di samping faktor-faktor di atas, kemacetan dapat dihindarkan karena adanya jalur tol layang yang terintegrasi. ​Tokyo memiliki jaringan jalan tol layang Shuto Expressway yang sangat kompleks namun efektif. Jalan tol ini memisahkan lalu lintas jarak jauh atau lintas distrik dari lalu lintas lokal di jalan raya biasa sehingga meminimalkan penumpukan di persimpangan jalan kota. (*)
(bersambung)












