Oleh Dr. H. Jufri Syahruddin
Keberadaan Islam di Jepang merupakan fenomena yang menarik karena meskipun termasuk agama minoritas, pertumbuhannya menunjukkan tren yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
​
Jumlah umat Muslim di Jepang diperkirakan telah meningkat pesat. Jika pada tahun 2010 jumlahnya sekitar 110.000 orang, laporan terbaru menunjukkan angka tersebut telah melampaui 230.000 jiwa. Mayoritas dari mereka adalah warga negara asing yakni ekspatriat, pekerja, dan mahasiswa dari negara-negara seperti Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh. Namun, jumlah mualaf Jepang asli juga terus bertambah, diperkirakan mencapai sekitar 50.000 orang. Pernikahan antara warga lokal dengan Muslim serta peningkatan tenaga kerja asing menjadi pendorong utama.
​Infrastruktur Ibadah
​Dulu sangat sulit menemukan tempat ibadah di Jepang, namun kini kondisinya telah berubah drastis setelah maraknya pembangunan fasilitas ibadah umat Islam. Menurut data yang diperoleh, sekarang terdapat lebih dari 110 masjid di seluruh Jepang, yang mana tahun 1999 hanya berjumlah sekitar 15 masjid.
​
Masjid2 tersebut tersebar di Tokyo, Osaka, Kyoto, Kobe, Nagoya, Fukuoka, dan Hokkaido. Di Tokyo terdapat masjid Camii & Turkish Culture Center (Shibuya, Tokyo): Masjid terbesar dan terindah di Jepang dengan arsitektur gaya Ottoman (Turki) yang megah. Lalu, masjid Otsuka, ​Masjid Asakusa (Masjid Darul Arqam), dan Masjid Hiroo (Masjid Al-Ikhlas).
Sementara itu, di Osaka terdapat Masjid Istiqlal, Masjid Ibaraki, Masjid Chuo, dan Masjid Osaka.
Masjid Istiqlal Osaka
Masjid Istiqlal Osaka yang merupakan masjid terbesar di Osaka beralamat di 1 Chome 2-10 Nakahiraki, Nishinari Ward, Osaka, 557-0022. Masjid ini didirikan oleh komunitas Muslim Indonesia pada tahun 2022 yang terdiri dari 5 lantai. Proses pembangunannya diawali dengan pembelian gedung yang sebelumnya berfungsi sebagai bangunan komersial.
​
Lantai 1 diperuntukkan sebagai toko halal dan arsip kebudayaan Islam, lantai 2 ruang sholat wanita, sementara lantai 3 untuk sholat pria, lantai 4 tempat pengajian anak, dan lantai 5 untuk madrasah. Total kapasitas bangunan ini dapat menampung hingga 1.500 jamaah.
​
Diresmikan Wapres Ma’ruf Amin
Masjid Istiqlal Osaka ini diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada tanggal 6 Maret 2023 yang lalu saat melakukan kunjungan kerja ke Osaka dan Kyoto.
Peresmian Masjid Istiqlal Osaka (MIO) tersebut merupakan salah satu agenda ikonik dalam kunjungan Wapres saat itu.
Dalam sambutannya Wapres menyampaikan harapan agar MIO menjadi pusat dakwah yang moderat dan “etalase” wajah Islam yang damai di Jepang.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin berangkat ke Jepang dalam rangka kunjungan kerja diplomatik yang memiliki beberapa agenda utama di Osaka dan Kyoto.
Agenda Wapres waktu itu membahas penguatan ekonomi syariah dan industri halal. Sebagai Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), misi utama Wapres adalah membangun jaringan ekosistem halal dunia.
Selain itu, Wapres Ma’ruf Amin memberikan ​kuliah umum di Universitas Kyoto mengenai toleransi beragama, kerja sama akademik, dan menyaksikan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara KNEKS dan Universitas Kyoto terkait pembangunan Center for Islamic Area Studies.
Terakhir Wapres Ma’ruf mengadakan pertemuan dengan Gubernur Kyoto membahas perlindungan bagi sekitar 1.300 WNI yang tinggal di Kyoto serta kerja sama Sister Province antara Kyoto dan Yogyakarta.
Semenjak peresmian, masjid ini ramai dikunjungi masyarakat muslim dan wisatawan baik untuk beribadah maupun sekedar melihat-lihat dari dekat dan berfoto.
Warga Indonesia yang berada di Osaka sering mengadakan pengajian serta perayaan hari besar Islam di sini.
Sebagai wisatawan asal Indonesia mampir ke Masjid Istiqlal Osaka memberikan pengalaman emosional dan kebanggaan tersendiri. Tatkala berada di dalam masjid ada perasaan haru dan ketenangan bathin karena dapat beribadah secara khusuk setelah lelah mencari tempat yang halal di Osaka. (Bersambung)












