POLITIK

Dari Penambang Pasir hingga Ketua Komisi II, Khairuddin Simanjuntak Wujudkan Aspirasi Masyarakat

×

Dari Penambang Pasir hingga Ketua Komisi II, Khairuddin Simanjuntak Wujudkan Aspirasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, HARIANHALUAN.ID – Penantian panjang masyarakat terhadap perbaikan ruas Jalan Padang Sawah–Kumpulan (P.068) Paket 2 akhirnya mulai terjawab.

Proyek rehabilitasi jalan senilai Rp13,6 miliar resmi memasuki tahap pelaksanaan, sebagai bentuk nyata realisasi aspirasi yang selama ini diperjuangkan Ketua Komisi II DPRD Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak.

Berdasarkan data proyek, rehabilitasi ruas jalan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp13.599.232.811 dengan masa pelaksanaan selama 160 hari kalender, terhitung sejak 14 Juli 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Aura Mandiri Sejahtera melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat.

Bagi masyarakat Pasaman dan Pasaman Barat, pembangunan ruas jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalur Padang Sawah–Kumpulan merupakan akses strategis yang menghubungkan Padang, Pasaman, hingga Pasaman Barat.

Baca Juga  KPU Tetapkan Jumlah DPT di Dharmasraya, Ini Jumlah Pemilihnya!

Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak menjadi keluhan masyarakat karena menghambat mobilitas, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan biaya transportasi.

Di balik keberhasilan memperjuangkan pembangunan tersebut, tersimpan perjalanan hidup Khairuddin Simanjuntak yang penuh perjuangan.

Jauh sebelum menjadi anggota DPRD, putra Nagari Panti, Kabupaten Pasaman itu pernah bekerja sebagai penambang pasir di sungai untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup, sekaligus membiayai pendidikannya setelah ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya. Pengalaman hidup yang keras membentuk karakter pekerja keras dan dekat dengan kehidupan masyarakat kecil.

Baca Juga  UAS Berikan Dukungan untuk Almaisyar-Joni Hendri

Setelah merantau ke Jambi, Batam, dan Medan, Khairuddin menjalani berbagai profesi, mulai dari kernet, sopir, hingga aktif sebagai wartawan.

Profesi jurnalis yang pernah dijalaninya membuatnya semakin memahami persoalan masyarakat dan terbiasa menyuarakan kepentingan publik. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal berharga ketika ia memutuskan terjun ke dunia politik.

Karier politik Khairuddin dimulai pada Pemilu 2004 melalui Partai Bintang Reformasi (PBR). Meski belum berhasil, ia tidak pernah berhenti mengabdi kepada masyarakat.