PAYAKUMBUH, harianhaluan. id – Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, SAg, M.MPd. mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Sumbar di MAN 1 Kota Payakumbuh, Kamis (30/7/26).
Kegiatan itu menjadi forum strategis bagi seluruh kepala Madrasah Aliyah se-Sumbar untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi terhadap kebijakan pendidikan madrasah, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Rakor diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan yang berlangsung khidmat melalui penampilan tari gelombang, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Is Yanti, SPd, doa sekapur sirih dari tuan rumah, sambutan Ketua KKMA Dr. Ahmad Asdi, MPd dan sambutan Kakankemenag Payakumbuh Dr. H. Hendri Yazid, SPd. I, MM
epala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh.
Mewakili Kakanwil Kemenag Sumbar, Kabid Penmad Dr. H. Tan Gusli, SFil.I, MAP, MA membuka kegiatan sekaligus memberikan pembinaan kepada seluruh peserta Rakor.
Dalam arahannya, menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan program madrasah harus selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama sebagai arah pembangunan pendidikan keagamaan di Indonesia.
Dia menekankan bahwa seorang kepala madrasah tidak cukup hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga harus menjadi pemimpin yang visioner, inspiratif, dan mampu menggerakkan seluruh stakeholder madrasah untuk melahirkan generasi yang berkarakter, unggul, dan berakhlakul karimah.
Menghadapi perkembangan zaman, kepala madrasah juga dituntut mampu menyikapi berbagai tantangan di era digital. Transformasi digital harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan, bukan sekadar tren. Pemanfaatan teknologi hendaknya tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga mampu menghadirkan transfer makna, karakter, dan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didik. Selain itu, penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), harus berada dalam kompetensi para pendidik dan pemimpin madrasah agar mampu dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Isu perlindungan peserta didik turut menjadi perhatian utama dalam pembinaan tersebut. Tan Gusli mengajak seluruh kepala madrasah untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam memberantas bullying di lingkungan madrasah. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui pemasangan baliho dan slogan edukatif di lingkungan madrasah, memperkuat peran guru wali, melaksanakan Deklarasi Anti Bullying secara rutin, serta terus mengembangkan program Madrasah Ramah Anak agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Dia juga mengingatkan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang harus benar-benar dikawal pelaksanaannya sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlakul karimah, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Di sisi lain, kepala madrasah diminta lebih cermat dan teliti dalam mengelola data EMIS serta berbagai aplikasi pendukung lainnya karena akurasi data menjadi salah satu indikator penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Penmad juga menegaskan bahwa mutu madrasah harus terus ditingkatkan secara merata di seluruh 19 kabupaten/kota di Sumbar. Oleh sebab itu, forum Rakor KKMA diharapkan menjadi wadah bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi untuk memperkuat tata kelola pendidikan madrasah yang akuntabel, transparan, maju, bermutu, dan mampu bersaing di tingkat dunia.
Kepala MAN Lima Puluh Kota menyampaikan seluruh materi yang diperoleh menjadi bekal penting bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat karakter peserta didik, mengoptimalkan transformasi digital, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. (humas).






