Agung juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan pendidikan, rumah ibadah, fasilitas umum, maupun rumah tinggal.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik dan memastikan penggunaan peralatan elektronik sesuai standar keamanan. Banyak kasus kebakaran berawal dari korsleting yang sebenarnya bisa dicegah apabila dilakukan pemeriksaan secara berkala,” katanya.
Menurutnya, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kebakaran. Karena itu, pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan guna memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.
“Sinergi antara petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, PLN, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan kebakaran ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu di lapangan,” tambahnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyisakan duka bagi pihak sekolah karena ruang belajar yang selama ini digunakan untuk kegiatan pendidikan anak usia dini mengalami kerusakan cukup parah.
Saat ini lokasi kebakaran telah dinyatakan aman dan terkendali. Petugas juga telah memastikan tidak ada lagi potensi api yang dapat memicu kebakaran susulan. (*)












