PADANG, HALUAN — Program KPJ Healthcare University Malaysia – Cross Culture Engagement (CCE) Bridge 01 Sumatera Barat 2026 resmi ditutup melalui dinner and closing ceremony di Batandang Room, Truntum Hotel Convention Padang, Jumat (11/9/2026) malam.
Program yang digelar KPJ Healthcare University Malaysia bersama Tawakkal Specialist Hospital Kuala Lumpur ini berlangsung selama 14 hari, sejak 30 Agustus hingga 12 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran budaya, pendidikan, kesehatan, pengabdian masyarakat, sekaligus pengenalan potensi pariwisata Sumatera Barat.
Selama program, mahasiswa KPJ Healthcare University Malaysia mengunjungi sejumlah daerah, di antaranya Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Solok dan Pesisir Selatan.
Peserta mengikuti berbagai kegiatan, seperti kunjungan ke sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit serta kegiatan pengabdian masyarakat. Program ini juga melibatkan mahasiswa internasional asal Myanmar.
Head of International Patient Centre Tawakkal Specialist Hospital, Mohd Khairuddin Khudri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan Malaysia dan Indonesia, khususnya Sumatera Barat, dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
“Program ini telah sukses menghubungkan Malaysia dan Indonesia di bidang pendidikan dan kesehatan. Selama dua minggu terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman,” katanya.
Menurut Khairuddin, Sumatera Barat dipilih karena memiliki hubungan yang baik dengan Tawakkal Specialist Hospital. Selama ini, cukup banyak masyarakat Sumbar yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Malaysia.
“Kami ingin lebih mengenal Sumbar dan masyarakatnya agar dapat memberikan pelayanan dan rawatan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta dapat menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan program berikutnya.
“Anak-anak mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan. Banyak informasi yang kami dapatkan untuk diperbaiki pada tahap selanjutnya,” katanya.
Khairuddin juga mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk terus menjalin hubungan dengan KPJ Healthcare University dan Tawakkal Specialist Hospital, termasuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Sementara itu, CEO dan Founder Minang Maimbau Group, Darmawi, mengatakan program tersebut juga menjadi peluang untuk memperkenalkan Sumatera Barat kepada generasi muda Malaysia sekaligus mendorong kunjungan wisatawan.
“Ini kegiatan strategis untuk meningkatkan kunjungan pariwisata Sumatera Barat. Mahasiswa KPJ juga mendapatkan pengalaman dan mulai membangun jejaring dengan berbagai pihak,” katanya.
Menurut Darmawi, keterlibatan 15 mahasiswa yang aktif membuat konten digital dapat membantu mempromosikan destinasi wisata Sumbar melalui media sosial.
“Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan bukan hanya KPJ Healthcare University, tetapi kampus-kampus lain di Malaysia juga tertarik mengikuti program serupa di Sumatera Barat,” ujarnya.
Darmawi menambahkan, hubungan dengan KPJ Hospital telah terjalin lebih dari 14 tahun dan berkembang hingga bidang health tourism.
Ia mengatakan, Bridge Indonesia 1.0 merupakan paket kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta melalui pendidikan, kesehatan, budaya dan pengabdian masyarakat.
“Ini pertama kalinya program seperti ini dilaksanakan di Sumatera Barat. Selama 14 hari peserta mendapatkan pengalaman melalui kunjungan ke sekolah, kampus, rumah sakit dan kegiatan pengabdian masyarakat,” katanya.
Acara penutupan turut dihadiri sejumlah unsur pendidikan, kesehatan, pemerintahan, pariwisata dan media di Sumatera Barat, di antaranya Universitas Andalas, Universitas Baiturrahmah, Universitas Fort de Kock Bukittinggi, RSUD Bukittinggi, Rumah Sakit Universitas Andalas, TVRI Sumatera Barat, Haluan News, BPPD Sumatera Barat dan Dinas Pariwisata Kota Padang.
Program tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara Malaysia dan Sumatera Barat, tidak hanya dalam pendidikan dan kesehatan, tetapi juga pertukaran budaya, pariwisata dan pengabdian masyarakat. (h/yes)






