KAMPUSHEADLINE

Bersama HIMASTERIKOM UNAND, Head of Digital Garuda TV Siap Bongkar “Dapur” Algoritma Media Sosial

×

Bersama HIMASTERIKOM UNAND, Head of Digital Garuda TV Siap Bongkar “Dapur” Algoritma Media Sosial

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID— Mengapa konten dari akun yang tidak dikenal kini tiba-tiba muncul di lini masa? Mengapa ada konten yang mampu menjangkau jutaan orang, sementara konten lain nyaris tak bergerak meski dibuat dengan serius?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan “dibongkar” Head of Digital Garuda TV, Rosidin, dalam Klinik Strategis Profesional Public Speaking & Media Digital yang akan digelar Himpunan Magister Ilmu Komunikasi (HIMASTERIKOM) FISIP Universitas Andalas (Unand) di kampus Pascasarjana Jati, Kota Padang (14/9/2026) nanti.

Head of Digital Garuda TV,Rosidin mengungkapkan, seminar itu akan menjadi momentum untuk membongkar cara kerja baru media sosial yang selama ini masih kerap dipahami dengan paradigma lama.

“Seminar ini diharapkan bisa jadi wake-up call yang krusial buat semuanya, mengingat kita kadang masih terjebak di paradigma lama bagaimana pola media sosial bekerja,” ujar Rosidin kepada Haluan Sabtu (12/9/2026) 

Menurutnya, perubahan terbesar terjadi ketika media sosial bergeser dari pola social graph menuju interest graph.

Pada era social graph, pengguna lebih banyak melihat konten dari orang-orang yang menjadi teman atau akun yang mereka ikuti.

“Dulu kita main di era social graph, di mana sosial media menjadi sarana komunikasi dan interaksi pertemanan. Yang muncul di lini masa adalah update dari teman-teman kita,” katanya.

Namun, pola itu kini berubah. Algoritma semakin memperhatikan minat pengguna terhadap suatu konten, bukan sekadar hubungan pertemanan.

Baca Juga  Universitas Bung Hatta Gelar Pelatihan E-Media di Tanah Datar

“Sekarang, peta permainannya sudah bergeser total ke interest graph. Artinya, algoritma nggak lagi peduli hubungan pertemanan antar penggunanya, kamu dan dia, tapi lebih ke antara kamu dan mereka, audiens kamu,” jelasnya.

Inilah yang kemudian membuat pengguna bisa melihat konten dari akun yang bahkan tidak mereka kenal, tidak berteman dan tidak follow.

“Social media kini lebih peduli dengan seberapa relevan kontenmu dengan minat spesifik audiens,” ujarnya.

Perubahan algoritma media sosial itu akan menjadi salah satu materi menarik yang akan dibawa Rosidin dalam klinik yang dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai strategi komunikasi dan media digital.

Ia mengatakan peserta tidak hanya akan diajak memahami bagaimana media sosial bekerja, tetapi juga bagaimana memanfaatkannya untuk pertumbuhan brand maupun personal branding 

“Itulah yang kemudian muncul di lini masa media sosial kita, padahal kita tidak berteman dan tidak follow,” katanya.

Menurut Rosidin, memahami algoritma saja tidak cukup. Pengelola akun juga harus mampu menyusun strategi konten yang relevan dengan audiens sehingga memiliki peluang lebih besar mendapatkan distribusi.

“Di seminar ini, kita belajar bersama bagaimana hack strategis pengelolaan media sosial agar brand atau personal branding bisa tetap tumbuh growth-nya, diamplifikasi algoritma, dan bahkan bisa menghasilkan revenue,” katanya.

Dengan kata lain, peserta akan diajak melihat media sosial bukan sekadar tempat mengunggah konten, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun reputasi, memperluas jangkauan dan mengembangkan nilai sebuah brand.

Baca Juga  Canangkan Desa Cantik, Diskominfo Pariaman Tekankan Basis Data yang Faktual

Sekretaris Magister Ilmu Komunikasi FISIP Unand, Dr. M.A. Dalmenda, M.Si., mengatakan perkembangan tersebut membuat kemampuan komunikasi publik juga harus beradaptasi.

“Di era transformasi digital saat ini, kemampuan berbicara di depan publik tidak lagi sekadar tentang kelancaran bertutur kata di atas panggung fisik,” ujar Dalmenda.

Menurutnya, komunikator saat ini harus mampu mengemas pesan secara strategis, adaptif dan berbasis data agar dapat beresonansi dengan audiens yang tersebar di ruang digital.

Karena itu, Klinik Strategis Profesional Public Speaking & Media Digital dirancang tidak hanya sebagai forum teoritis, tetapi juga sebagai wadah praktik bagi mahasiswa, akademisi maupun profesional.

Peserta akan mengasah kemampuan retorika, tata kelola konten digital, personal branding dan literasi media melalui bimbingan langsung, analisis kasus serta praktik.

Dalmenda berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan komunikator yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga mampu memproduksi narasi yang sehat, persuasif dan berdampak positif.

“Kita ingin berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas ekosistem komunikasi publik di Indonesia,” katanya.

Klinik Strategis Profesional Public Speaking & Media Digital dijadwalkan berlangsung Senin, 14 September 2026, pukul 09.00–15.00 WIB di Ruang MM, Gedung Pascasarjana FISIP Unand, Jalan Situjuh Nomor 1, Jati Baru, Kota Padang.

Selain Rosidin, kegiatan tersebut juga akan  menghadirkan  Atika Suri, Pimpinan Redaksi Garuda TV. (*)