PADANG, HARIANHALUAN.ID — Tantangan komunikasi publik di era transformasi digital menuntut penguasaan strategi yang tidak lagi sekadar retorika fisik, melainkan tata kelola pesan berbasis data di ruang siber.
Merespons kebutuhan kekinian itu, Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas (Unand) menggelar kegiatan Klinik Strategis Profesional Public Speaking & Media Digital.
Sekretaris Magister Ilmu Komunikasi FISIP Unand, Dr. M.A. Dalmenda, M.Si., menegaskan bahwa panggung komunikasi saat ini telah bergeser secara masif ke ranah digital, sehingga kemampuan adaptasi pesan menjadi kunci utama.
“Di era transformasi digital saat ini, kemampuan berbicara di depan publik tak lagi sekadar tentang kelancaran bertutur kata di atas panggung fisik. Dinamika media digital menuntut kita untuk mampu mengemas pesan secara strategis, adaptif, dan berbasis data agar dapat beresonansi dengan audiens yang kian tersebar dan kritis di ruang siber,” ujarnya Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran klinik ini merupakan langkah konkret dan strategis FISIP Unand untuk menyediakan wadah inkubasi taktis, bukan sekadar forum teoritis semata bagi mahasiswa, akademisi, hingga praktisi profesional.
Melalui bimbingan langsung, analisis kasus, dan praktik lapangan, peserta dilatih mengawinkan seni retorika klasik dengan keahlian tata kelola konten, personal branding, serta literasi media.
“Kami berharap kegiatan ini lahirkan komunikator-komunikator ulung yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga cerdas dalam memproduksi narasi yang sehat, persuasif, dan berdampak positif di berbagai platform digital. Kita ingin berkontribusi aktif meningkatkan kualitas ekosistem komunikasi publik di Indonesia,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (HIMASTERIKOM) Unand, Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dikemas sangat berbobot dengan menghadirkan deretan narasumber nasional berkelas.
Fauzi mengungkapkan, pemateri yang diboyong kali ini “bukan kaleng-kaleng”, melainkan jajaran pimpinan dari Garuda TV, sebuah perusahaan media profesional nasional yang dihuni oleh kader-kader terbaik Partai Gerindra.
“Narasumber yang kami hadirkan kali ini benar-benar berbobot dan bukan kaleng-kaleng. Kehadiran pimpinan Garuda TV memberi warna tersendiri bagi ruang akademis Unand,” ujar Fauzi.
Fauzi menambahkan, pihak mahasiswa ingin menjadikan forum ini sebagai ajang adu gagasan dan pemikiran yang kritis, khususnya mengenai masa depan pengawasan media sosial serta dinamika kemerdekaan pers di Indonesia.
“Kami ingin memanfaatkan forum ini sebagai panggung diskusi strategis untuk menelaah bagaimana pengawasan media sosial dan kemerdekaan pers ditinjau dari kacamata pimpinan Garuda TV, yang saat ini terus tumbuh pesat menjadi salah satu stasiun televisi nasional berhaluan kebangsaan,” tegas Fauzi.
Melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi media nasional ini, Klinik Strategis Magister Ilmu Komunikasi Unand diharapkan dapat membuka cakrawala baru bagi para peserta dalam menguasai peta komunikasi digital Indonesia. (*)












