HEADLINE

Embarkasi Padang Tuntaskan Pelaksanaan Haji 2026, 10 Jemaah Wafat, 7 Masih Dirawat

×

Embarkasi Padang Tuntaskan Pelaksanaan Haji 2026, 10 Jemaah Wafat, 7 Masih Dirawat

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Padang resmi menuntaskan pelaksanaan ibadah haji musim 1447 H/2026 M. Namun, di balik lancarnya proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah, tersimpan duka mendalam. Sebanyak 10 orang jemaah dinyatakan wafat saat menjalani ibadah haji, sementara tujuh jemaah saat ini masih menjalani perawatan di Arab Saudi.

Tuntasnya pelaksanaan ibadah haji musim 1447 H/2026 M ditandai dengan kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) 14 Debarkasi Padang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Sabtu (20/6) dini hari kemarin. Dengan ini, Debarkasi Padang telah memulangkan 5. 357 jemaah dari 5. 374 yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Alhamdulillah, kloter 14 telah tiba dengan selamat di Tanah Air. Dengan kedatangan kloter terakhir ini, seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang tahun 2026 telah selesai dilaksanakan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat (Kanwil Kemenhaj Sumbar), M. Rifki.

Kloter 14 membawa sebanyak 286 jemaah dan petugas yang terdiri dari 109 laki-laki dan 177 perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 101 orang merupakan jemaah lanjut usia berusia di atas 65 tahun.

Di balik tuntasnya proses pemulangan tersebut, terdapat kabar duka dari kloter 14. Seorang jemaah asal Kota Padang, Hizbullah Sulan (78 tahun), wafat di Madinah saat menjalani rangkaian ibadah haji. PPIH Debarkasi Padang menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum dan mendoakan agar seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Rifki menjelaskan, hingga kedatangan kloter 14, sebanyak 5.357 jemaah dan petugas Embarkasi Padang telah kembali ke Tanah Air. Sementara itu, masih terdapat tujuh jemaah yang menjalani perawatan di Arab Saudi dan akan dipulangkan setelah dinyatakan sehat serta memenuhi syarat untuk terbang.

Merujuk data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), tujuh haji yang sedang menjalani perawatan tersebut antara lain Busnar Jamaran, Syafei Nawaar, dan Usdarti Abu Nawas asal Kota Padang.

Kemudian. Emma Yuliati dan Stafruddin Sutan Badarun asal Kota Padang Panjang. Selanjutnya Syaifuddin Wirdas Tompek dari Kabupaten Pasaman Barat dan Jasri Abu Nawas haji asal Kabupaten Limapuluh Kota.

Rifki mengatakan tujuh haji tersebut akan diterbangkan atau dipulangkan ke Tanah Air apabila telah dinyatakan sehat serta memenuhi syarat untuk terbang. “Kami doakan seluruh jemaah yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air,” katanya.

Baca Juga  IDAI Sumut Adakan Pediatric Cardiology Update XIV dan Puncak Hari Anak Nasional 2026: Memperkuat Komitmen Penanganan Jantung Anak dari Laboratorium ke Pelayanan Klinis di Indonesia

Di sisi lain, juga terdapat 10 jemaah Embarkasi Padang yang wafat di Tanah Suci. Dari 10 haji yang wafat, tujuh orang di antaranya berasal dari Sumbar dan sisanya dari Bengkulu. Mereka adalah Tukiman Sandy Kromo Karso (54), Mustina Abdul Basir (66), dan Umi Kasnini Rasyid (61) asal Bengkulu.

Lalu, Yunilis Muin (74), Sofian Arbi (41), Imam Kanapi Qodir (81), Syamsu Kari Sudin (59), Mainusni Marukun (75), Nurjasmi Tamar Hamzah (70), dan Hizbullah Sulan Sulan (78). Sebanyak 10 haji tersebut dimakamkan di Baqi, Sharaya, dan Dahban.

Rifki menyebutkan, secara umum Embarkasi Haji Padang memberangkatkan 5.374 orang peserta haji. Dengan rincian, 3.989 asal Ranah Minang, 1.331 dari Bengkulu, 41 petugas kloter Sumbar dan 13 orang petugas kloter asal Bengkulu.

Tuntasnya pemulangan kloter 14 sekaligus menutup rangkaian panjang operasional haji Embarkasi Padang tahun 2026. Selama musim haji berlangsung, Embarkasi Padang melayani pemberangkatan dan pemulangan ribuan jemaah asal Sumbar dan Bengkulu.

Rifki menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji dan unsur terkait yang telah terlibat dalam penyelenggaraan operasional haji tahun ini. Menurutnya, kelancaran proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak.

Rifki mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas bandara, maskapai penerbangan, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

“Semoga seluruh jemaah yang telah kembali ke daerah masing-masing memperoleh haji yang mabrur dan mabrurah serta membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Rifki.

Tingkatkan Pelayanan dan Pangkas Masa Tunggu

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang dinilai berjalan dengan baik. Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) beserta jajaran pimpinan DPR RI dan anggota Komisi VIII DPR RI di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyoroti berbagai capaian penyelenggaraan haji tahun ini sekaligus memberikan arahan strategis untuk peningkatan kualitas layanan jemaah pada musim haji mendatang.

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan berbagai kemajuan signifikan, mulai dari percepatan penerbitan visa, distribusi kartu Nusuk sebelum keberangkatan, hingga peningkatan kualitas layanan akomodasi dan mobilitas jemaah.

Alhamdulillah, Bapak Presiden memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai perbaikan yang dilakukan mampu menghadirkan layanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia,” ujar Menhaj.

Baca Juga  Polisi Lingkungan Beraksi di SDN 42 Korong Gadang, Siswa Buang SampahSembarangan Langsung "Ditilang"!

Menurutnya, meski Kemenhaj baru mulai menjalankan tugas pada September 2025, berbagai persiapan yang sempat tertinggal dapat dikejar melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, serta dukungan DPR RI melalui Tim Pengawas Haji.

Salah satu capaian penting pada musim haji 2026 adalah percepatan penerbitan visa yang selesai lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, distribusi Nusuk sejak di tanah air turut mendukung kelancaran layanan sehingga tidak lagi ditemukan kasus jemaah terpisah dari rombongan, kesulitan memperoleh akomodasi, maupun kendala layanan dasar lainnya saat berada di Arab Saudi.

Kemenhaj juga mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan sejumlah penyedia layanan di Arab Saudi. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan sekaligus memberikan kepastian bagi mitra dalam melakukan investasi peningkatan fasilitas bagi jemaah Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo juga meminta agar kualitas layanan haji terus ditingkatkan, terutama pada aspek konsumsi, akomodasi, dan persiapan layanan yang dilakukan lebih awal.

“Presiden memberikan berbagai masukan agar layanan haji tahun depan semakin baik, mulai dari kualitas makanan, kesiapan layanan sejak dini, hingga peningkatan kualitas hotel dan akomodasi yang digunakan jemaah Indonesia,” kata Menhaj.

Selain itu, Presiden juga menaruh perhatian terhadap pengembangan konsep Kampung Haji sebagai salah satu upaya jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut Menhaj, konsep tersebut akan terus dikaji bersama DPR RI dengan mempertimbangkan berbagai tantangan yang memengaruhi biaya penyelenggaraan haji, seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya avtur, dinamika global, serta penyesuaian tarif layanan dari Pemerintah Arab Saudi.

Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya percepatan masa tunggu keberangkatan haji. Kementerian Haji dan Umrah mencatat sejumlah daerah yang sebelumnya memiliki masa tunggu sangat panjang kini mulai mengalami penurunan secara signifikan. Meski demikian, Presiden meminta pemerintah terus menghadirkan terobosan agar masa tunggu jemaah dapat dipersingkat lebih jauh.

“Kami terus mencari berbagai skema dan solusi agar masa tunggu keberangkatan haji dapat semakin dipercepat. Ini menjadi perhatian serius pemerintah agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah haji dalam waktu yang lebih terjangkau,” ujar Menhaj. (h/dan)