BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID — Penataan kota menjadi salah satu agenda prioritas Pemko Bukittinggi tahun ini guna menciptakan estetika kota yang indah, asri, aman dan nyaman tanpa menghilangkan karakter dan nilai budaya kota. Berbagai langkah penataan telah mulai dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas jalan di kawasan Jam Gadang dari yang sebelumnya menggunakan aspal diganti menjadi conblock. Penerapan conblock Ini mempertegas identitas kota Bukittinggi sebagai kota bersejarah (Heritage).
Kemudian juga dilakukan penataan di kawasan pedestrian/ruang publik, pelebaran dan perbaikan trotoar, penataan kabel utilitas secara bertahap ke bawah tanah, penambahan pencahayaan kota, pembangunan taman kota/ruang terbuka hijau, hingga penataan pedagang dan kawasan usaha. Upaya penataan kota yang dilakukan itu selaras dengan dengan terpilihnya Kota Bukittinggi sebagai salah satu dari 10 kota prioritas atau pilot project nasional program Integrated City Planning (ICP).
Program ICP di Kota Bukittinggi adalah program perencanaan pembangunan infrastruktur perkotaan terpadu yang diinisiasi oleh pemerintah pusat di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum/PUPR, dan bagian dari National Urban Development Project / NUDP).
“Penataan kota yang difokuskan saat ini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan terpilihnya Bukittinggi sebagai salah satu dari 10 kota di Indonesia yang masuk dalam program ICP,” ujar Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.
Ia mengatakan, pemerintah kota telah mempersiapkan program dan langkah strategis untuk menghadirkan wajah kota yang lebih tertata, aman, nyaman dan indah.
Semua ini dilakukan agar Bukittinggi menjadi kota yang modern, estetik, dan berdaya saing tanpa meninggalkan karakter dan budaya yang ada.
Melalui penataan yang dilakukan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, kunjungan wisatawan, dan kenyamanan masyarakat, serta dapat meningkatkan daya tarik daerah sebagai destinasi wisata unggulan. Menurut Ramlan, ekonomi kota masih bergerak di sektor tersier yakni layanan jasa dan perdagangan. Bukittinggi bukan daerah produksi atau daerah penghasil seperti daerah lain yang memiliki hasil pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan dan industri.
Untuk itu, sebagai salah satu daerah yang geliat perekonomiannya sangat bergantung pada sektor jasa dan perdagangan, maka penataan kota harus menjadi prioritas agar wajah kota terlihat indah dan nyaman untuk dikunjungi.
“Semakin banyak wisatawan yang datang maka makin banyak orang yang berbelanja, makin banyak orang yang menginap, dan perekonomian kota akan bergerak. Untuk itu
Kita ingin bagaimana kota ini tertata dengan baik, serta nyaman dan aman untuk dikunjungi,” kata Ramlan.
Ia menjelaskan, saat ini sejumlah ruas jalan di Kota Bukittinggi tengah dilakukan pembongkaran aspal untuk ditata ulang menjadi kawasan pedestrian yang ramah bagi pejalan kaki, seperti Jalan Minangkabau, Jalan Istana, dan akses jalan ke kawasan Jam Gadang yang sebelumnya menggunakan aspal dibongkar dan diganti menjadi conblock.
Penataan pedestrian menggunakan conblock juga dilakukan pada sejumlah ruas jalan lainnya, seperti Jalan Sudirman, Jalan Perwira, dan Jalan Ombilin. Untuk Jalan Perwira dilakukan pelebaran dan perbaikan trotoar. Pohon-pohon tua di sepanjang Jalan Perwira yang berisiko rapuh atau mengganggu keselamatan akan diganti dengan pohon Tabebuya.
Penataan tidak hanya berfokus pada jalur pejalan kaki, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti kursi taman, ruang terbuka hijau, pohon peneduh, lampu penerangan, serta sarana pendukung lainnya agar masyarakat dan wisatawan semakin nyaman beraktivitas. Sektor perdagangan imbuhnya, revitalisasi kawasan Pasar Bawah turut menjadi prioritas. Penataan kawasan ini diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan lingkungan pasar tradisional yang lebih tertata dan menarik.
“Penataan kota yang difokuskan saat ini bertujuan untuk peningkatan nilai estetika dan identitas kota heritage. Mewujudkan kawasan ramah lingkungan dan kenyamanan pejalan kaki, serta meningkatkan daya tarik dan daya pikat wisatawan untuk datang ke Bukittinggi,” ucap Ramlan. (h/tot)












