Karena itu, hubungan yang baik antara polisi dan warga dapat menjadi ruang untuk mencegah persoalan sebelum berkembang.
Di titik ini, sosok Kapolres tidak hanya dituntut menjadi pemimpin bagi personel, tetapi juga menjadi jembatan antara institusi kepolisian dan masyarakat.
Humanis Bukan Berarti Kehilangan Ketegasan
Pendekatan humanis juga bukan berarti kepolisian kehilangan ketegasan. Ketika hukum harus ditegakkan, polisi tetap memiliki kewajiban untuk bertindak sesuai aturan.
Namun, ketegasan dapat berjalan bersama sikap menghargai manusia.
Ada perbedaan antara menegakkan hukum dan menciptakan jarak. Polisi dapat tetap tegas sekaligus mendengar. Dapat menjalankan kewenangan sekaligus memberikan pelayanan dengan cara yang manusiawi.
Bagi masyarakat, pendekatan semacam itu dapat membuat institusi kepolisian terasa lebih dekat.
Dan kedekatan itulah yang menjadi salah satu modal penting dalam membangun kepercayaan.
Hampir Tiga Bulan, Masih Sebuah Awal
Perjalanan AKBP Syahrul Hariady sebagai Kapolres Rejang Lebong masih panjang. Hampir tiga bulan bukan waktu yang cukup untuk menyimpulkan seluruh perjalanan kepemimpinannya.
Tetapi periode awal ini menjadi kesempatan untuk membangun sesuatu yang jauh lebih mendasar, hubungan dengan masyarakat.
Karena pada akhirnya, sebuah institusi kepolisian tidak hanya dinilai dari seberapa cepat menangani perkara.








