SUMBAR

Harga Cabai di Solok Tembus Rp90 Ribu, Konsumen Mulai Berhemat

×

Harga Cabai di Solok Tembus Rp90 Ribu, Konsumen Mulai Berhemat

Sebarkan artikel ini

SOLOK, HARIANHALUAN.ID—Harga cabai merah di Kabupaten Solok kian “pedas”. Dalam sepekan terakhir, komoditas yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat tersebut mengalami lonjakan cukup signifikan.

Pantauan Haluan di Pasar Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sabtu (3/10/2026), harga cabai merah kini menembus Rp90.000 per kilogram. Angka tersebut naik cukup tajam dibandingkan harga sepekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp75.000 per kilogram.

“Dalam sepekan ini naiknya cukup signifikan. Minggu lalu masih berkisar Rp60 ribu sampai Rp75 ribu per kilo. Hari ini sudah tembus Rp90 ribu,” kata Defis (42), salah seorang pedagang cabai di Pasar Cupak.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap cabai. Di sisi lain, pasokan yang masuk ke pasar dinilai belum mampu mengimbangi tingginya permintaan.

Baca Juga  Harga Cabai di Pasar Gunung Medan Dharmasraya Melambung

Defis menyebutkan, pasokan cabai dari sejumlah daerah sentra produksi di luar Sumatera Barat, seperti Lampung dan Palembang, masih tersedia. Namun, jumlahnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Kebutuhan sekarang cukup tinggi. Pasokan dari luar daerah seperti Lampung dan Palembang memang ada, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan yang ada,” ujarnya.

Lonjakan harga tersebut mulai dirasakan langsung oleh konsumen. Sejumlah pembeli mengaku harus mengurangi pembelian cabai untuk menekan pengeluaran rumah tangga.

“Saya biasanya kebutuhan cabai dalam sepekan itu bisa sampai 1,5 kilogram. Sekarang terpaksa harus saya tekan menjadi setengah kilogram per minggu untuk penghematan,” ucap Yurni (68), salah seorang pembeli.

Baca Juga  Razia Gabungan, Tim Pemko Padang Temukan Tempat Hiburan Malam Tak Lengkapi Izin

Untuk menyiasati tingginya harga cabai merah, Yurni mengaku mencampurnya dengan bahan lain yang harganya relatif lebih terjangkau. Cabai rawit dan tomat kini digunakan lebih banyak agar cita rasa masakan tetap terasa meski penggunaan cabai merah dikurangi.

“Kita harus pandai-pandai menyiasati. Cabai merah dikurangi, lalu ditambah cabai rawit dan tomat supaya masakan tetap enak,” katanya.

Kenaikan harga cabai ini dikhawatirkan turut menambah beban masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang menjadikan cabai sebagai salah satu bahan utama.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di pasaran. Langkah tersebut dinilai penting agar lonjakan harga tidak terus berlanjut dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (*)