EkBis

Inflasi Sumbar Tunjukkan Tren Peningkatan secara Bulanan

×

Inflasi Sumbar Tunjukkan Tren Peningkatan secara Bulanan

Sebarkan artikel ini

Tarif Angkutan Udara: Terkena dampak dari kenaikan harga avtur dunia dan lonjakan mobilisasi warga pada masa libur panjang Idul Adha.

Daging Ayam dan Emas Perhiasan Jadi Juru Ganjal

Beruntung, tekanan inflasi yang lebih tinggi berhasil diredam oleh penurunan harga (deflasi) pada sejumlah komoditas penting lainnya.

Daging ayam ras menjadi penahan inflasi utama dengan andil deflasi sebesar 0,13%. Disusul oleh emas perhiasan (andil 0,05%) seiring melandainya harga emas dunia. Komoditas pangan lain seperti jengkol (0,03%), telur ayam ras (0,02%), dan kentang (0,02%) juga ikut deflasi berkat pasokan yang melimpah dari sentra produksi.

Secara spasial, berikut adalah peta inflasi tahunan (yoy) di wilayah Sumbar hingga Mei 2026: Kab. Dharmasraya (mtm) 0,91%, (yoy) 5,31% (Tertinggi). Kab. Pasaman Barat (mtm) 1,03%, (yoy) 4,61%. Kota Padang (mtm) 0,92%, (yoy) 3,52%. Kota Bukittinggi (mtm) 0,44% (yoy) 3,73%.

Baca Juga  Voice Automation Jadi Fitur Unggulan Antares Eazy

Langkah Strategis BI dan TPID Sumbar Hadapi Risiko ke Depan

Guna merespons tekanan inflasi yang dinilai bersifat temporer ini, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumbar langsung bergerak cepat memperkuat sinergi melalui 5 langkah konkret:

Percepatan Rekonstruksi Infrastruktur: Berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperbaiki sarana pascabencana agar jalur distribusi logistik kembali lancar.

Mitigasi Cuaca Ekstrem: Menggelar Rakortek TPID dan Capacity Building bersama petani untuk menjaga keberlanjutan produksi di tengah cuaca yang tidak menentu. Operasi Pasar & Gerakan Pangan Murah (GPM): Mengintensifkan pasar murah dengan prinsip ‘3 Tepat’ khusus di wilayah dengan tekanan harga tinggi.

Baca Juga  30 Penjabat Wali Nagari se-Pasbar Resmi Dilantik

Kerja Sama Antar Daerah (KAD): Mengoptimalkan neraca pangan lintas wilayah untuk menutup defisit pasokan secara cepat. Urban Farming & Petani Champion: Memperkuat gerakan menanam mandiri serta memberdayakan kelompok tani cabai dan bawang sebagai penyangga stok lokal.

Meskipun optimis inflasi sepanjang tahun 2026 akan tetap berada dalam rentang sasaran nasional 2,5±1% (yoy), Andy mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada terhadap sejumlah risiko global.

“Kita masih harus mewaspadai disrupsi rantai pasok global, potensi mengalirnya pangan keluar daerah akibat disparitas harga, cuaca ekstrem, serta tekanan depresiasi nilai tukar rupiah yang bisa memicu imported inflation,” tutup Andy. (*)