POLITIK

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Angkat Dua Siswa Yatim Piatu, Tanggung Pendidikan hingga Tuntas

×

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Angkat Dua Siswa Yatim Piatu, Tanggung Pendidikan hingga Tuntas

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Komitmen terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak. Usai mengikuti rapat paripurna DPRD, ia langsung mengunjungi Panti Asuhan Nur Ilahi di kawasan Kuranji Nanggalo, Kota Padang, untuk menemui dua siswa yatim piatu yang terancam putus sekolah, Rabu (6/5/2026)

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas informasi mengenai Avil Mulyadi dan Dio Fatuta, dua pelajar yang dikeluarkan dari sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan. Kehadiran Khairuddin menjadi bentuk kepedulian sekaligus langkah konkret dalam mencarikan solusi.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh pengurus panti dan anak-anak asuhan. Suasana sederhana di halaman panti menggambarkan keseharian mereka yang hidup dalam keterbatasan, namun tetap menyimpan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Baca Juga  KPU Sumbar Gelar Tablig Akbar dan Doa Bersama Jelang Pemilu 2024

Khairuddin kemudian menyempatkan diri berdialog langsung dengan pengurus panti serta anak-anak. Ia mendengarkan secara seksama cerita kehidupan mereka, termasuk kondisi yang dialami Avil dan Dio hingga harus meninggalkan bangku sekolah.

Dalam perbincangan tersebut, Khairuddin tampak terharu. Ia mengaku tersentuh melihat kondisi anak-anak panti, terutama mereka yang harus menghadapi kerasnya kehidupan sejak usia dini tanpa kehadiran orang tua.

Menurutnya, persoalan pendidikan tidak seharusnya menjadi beban yang menghambat masa depan anak-anak, terlebih bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang harus dijamin bersama.

Baca Juga  Banyak Anak Putus Sekolah di Tanah Datar

Di hadapan anak-anak panti, Khairuddin juga membagikan kisah perjalanan hidupnya. Ia mengungkapkan pernah merasakan kondisi serba kekurangan dan harus berjuang keras untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Pengalaman tersebut, katanya, menjadi motivasi untuk terus membantu sesama, khususnya generasi muda yang membutuhkan dukungan agar tetap bisa mengenyam pendidikan.

“Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan biaya. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Khairuddin kemudian mengambil langkah tegas dengan menyatakan kesediaannya untuk menjadi orang tua angkat bagi Avil Mulyadi dan Dio Fatuta.