SUMBAR

Korban LGBT Berpotensi Jadi Pelaku,Ketua Pemuda PERTI Dharmasraya Minta Masyarakat Waspada

×

Korban LGBT Berpotensi Jadi Pelaku,Ketua Pemuda PERTI Dharmasraya Minta Masyarakat Waspada

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID– Ketua Umum Pemuda Persatuan Tarbiyah Islamiyah Indonesia (PERTI) Kabupaten Dharmasraya, H. Rahmat Hidayat, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk fenomena sosial yang bertentangan dengan nilai agama, adat, dan budaya yang hidup di tengah masyarakat Dharmasraya, termasuk aktivitas kelompok Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

Menurut Rahmat, pengawasan lingkungan harus diperkuat dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh agama, ninik mamak, pemuda hingga aparat pemerintahan di tingkat nagari dan jorong.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Dharmasraya untuk lebih peduli terhadap lingkungan masing-masing. Jangan bersikap acuh terhadap berbagai fenomena sosial yang berkembang di sekitar kita. Semua elemen harus mengambil peran untuk menjaga generasi muda dan ketahanan moral masyarakat,” ujarnya Minggu (7/6/2026).

Ia menilai ruang gerak pelaku LGBT perlu dipersempit melalui pengawasan sosial yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah semakin meluasnya perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma agama dan adat yang dianut masyarakat Dharmasraya.

Baca Juga  Tempat Hiburan Malam di Kota Padang Ditutup Selama Ramadhan

“Kami berpandangan bahwa ruang gerak pelaku LGBT harus diperketat. Masyarakat perlu lebih aktif melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi penyebaran pengaruh yang dapat memengaruhi generasi muda,” katanya.

Ia mengingatkan, LGBT adalah bentuk penyimpangan seksual yang dapat berkembang melalui interaksi sosial dan lingkungan pergaulan. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui penguatan pendidikan agama, pendidikan keluarga, dan kontrol sosial di tengah masyarakat.

“Jangan menormalisasi pelaku LGBT, perilaku ini bisa memengaruhi orang lain. Seseorang yang awalnya menjadi korban berpotensi menjadi pelaku di kemudian hari. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara serius dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  M Dien Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PII Sumbar

Ia menambahkan bahwa langkah yang perlu dikedepankan adalah pendekatan persuasif, edukatif, dan pembinaan, terutama terhadap generasi muda yang dinilai rentan terpapar berbagai pengaruh negatif di era digital.

Menurut Rahmat, keluarga harus menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak. Sementara itu, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, serta organisasi kemasyarakatan diharapkan dapat memperkuat peran pembinaan dan pengawasan sosial di lingkungan masing-masing.

“Kita ingin Dharmasraya tetap menjadi daerah yang berpegang teguh pada falsafah adat dan nilai-nilai keagamaan. Untuk itu, dibutuhkan kepedulian bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat sinergi dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis serta membangun lingkungan yang dinilai selaras dengan nilai agama, adat istiadat, dan budaya yang selama ini menjadi identitas masyarakat Dharmasraya. (*).