PADANG, HARIANHALUAN.ID- PT PLN (Persero) memastikan proses pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Barat terus dilakukan secara bertahap pascagangguan transmisi yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera bagian utara.
Manager Komunikasi PLN Uinit Induk Distribusi (UID) Sumatra Barat, Yesi Yuliani Haspad, menjelaskan bahwa proses pemulihan dilakukan perlahan agar sistem kembali stabil dan tidak kembali mengalami gangguan.
“Sudah pelan-pelan menyala. Sebenarnya Sumbar jauh lebih baik, Sumut lebih lambat. Kita tentu paham masyarakat tidak mau situasi seperti ini terjadi dan kami berharap segera pulih sepenuhnya,” ujarnya.
Ia mengatakan gangguan yang terjadi sebelumnya dipicu oleh kolapsnya sistem transmisi 275 kV yang saling terkoneksi antarwilayah. Kondisi itu membuat beberapa Unit Induk Distribusi (UID) terdampak secara bersamaan.
“Karena sistemnya terkoneksi, jadi beberapa UID terdampak. Sebenarnya kemarin itu sistem kita kolaps, transmisi 275 kV kolaps,” katanya.
Menurutnya, sistem sempat kembali pulih hingga mencapai 100 persen. Namun saat memasuki malam hari, kebutuhan listrik meningkat drastis karena beban puncak bertambah, sehingga sistem kembali mengalami gangguan.
“Tadi sempat pulih semua 100 persen. Tapi malam beban puncak naik. Kalau pagi bebannya sedikit, malam kebutuhan makin banyak sehingga sempat kolaps lagi,” jelasnya.
PLN juga menegaskan bahwa terkait kompensasi kepada pelanggan, pihaknya akan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Mengacu pada ketetapan ESDM, ada aturan tersendiri. Kalau memang ada ketentuan dari ESDM, PLN tentu akan melaksanakan,” tegas Yesi.
Saat ini PLN terus melakukan pengamanan sistem dan percepatan normalisasi agar pasokan listrik di Sumatera Barat dan wilayah terdampak lainnya dapat kembali stabil sepenuhnya. (*)












