PADANG PANJANG, harianhaluan.id – Semangat inovasi kembali bergema di MAN 1 Kota Padang Panjang. Melalui ajang Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Sumbar, dua siswa menghadirkan karya berjudul “One Home One G-Plant : Pengembangan Bio-Leachate Berbasis Inovasi untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Sirkular”.
Inovasi tersebut lahir dari keprihatinan atas kondisi pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di Kota Padang Panjang yang kini berstatus darurat akibat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai kapasitas maksimal. Dari persoalan tersebut, lahirlah gagasan kreatif berupa galon komposter terintegrasi dengan sistem hidroponik.
Teknologi ini bekerja dengan prinsip siklus utuh : pengomposan, filtrasi dan budidaya tanaman. Air limbah hasil dekomposisi sampah organik dimanfaatkan sebagai nutrisi alternatif bagi tanaman hidroponik, sehingga menciptakan solusi sederhana, ramah lingkungan dan mudah diterapkan di setiap rumah.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Kepala Madrasah MAN 1 Padang Panjang disaksikan Kabid SDA dan TTG Sumbar, Mirza Iswadi, Kabid Inovasi dan Teknologi, Kusuma Dewi. Dewan Juri : Dr. Dedet Deperiki, SP, MSi, Kepala Bappeda Padang Panjang beserta tim penilai lainnya.
Kepala MAN 1 Padang Panjang, Dr. Lainah, Jumatan(5/6/26) menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Dia menegaskan bahwa madrasah akan terus memberi ruang bagi siswa untuk berinovasi, mengasah kreativitas, dan menghadirkan solusi atas persoalan nyata di masyarakat.
“Anak-anak harus terus berinovasi, karena dari tangan merekalah lahir jawaban atas tantangan zaman,” katanya.
Inovasi tersebut digagas dua siswa inspiratif : Faiq Ahmad Jiddan dan Raihana Merizka Putri. Keduanya tampil percaya diri dalam mempresentasikan karya, menjawab pertanyaan dewan juri, serta mendemonstrasikan langsung mekanisme kerja alat di lapangan.
Presentasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dengan masukan berharga dari dewan juri. Hal ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk mempersiapkan diri menuju ajang tingkat nasional. Setelah presentasi, rombongan meninjau langsung alat inovasi di lapangan. Para siswa mendemonstrasikan cara kerja G-Plant, memperlihatkan bagaimana sampah organik dapat diubah menjadi sumber nutrisi bagi tanaman hidroponik.
Kehadiran inovasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. TTG bukan hanya sekadar lomba, tetapi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam menjawab persoalan lingkungan dengan teknologi sederhana, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. (humas).






