PADANG, .id – Untuk melatih murid agar berani dalam menyampaikan dakwah di masyarakat, MAN 1 Kota Padang mengadakan kegiatan muhadharah Jumat pagi (24/7) di lapangan madrasah tersebut. Kegiatan ini diadakan setiap pekan merupakan program wajib MAN 1 Kota Padang.
Sebagai kegiatan pertama pada semester ganjil, pelaksananya pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dengan menampilkan khutbah Jumat, syarahan Al Quran dan hiburan Islami.
Dalam tambahan pelajaran, Aidia Nurfitra selaku guru Pendidikan Bahasa Arab yang sekaligus wakil kepala bidang humas mengusung program kurban akbar di MAN 1 Kota Padang.
Mewakili kepala madrasah, Aidia mengatakan bahwa setiap ASN MAN 1 Kota Padang di tahun 1448 hijriah akan menjadi peserta kurban. Karena itu ASN akan memotong 10 ekor sapi.
Aidia juga mengatakan bahwa sebagai tujuan pendidikan, maka setiap kelas juga akan menjadi peserta kurban. Maka dengan jumlah 29 kelas, murid MAN 1 Kota Padang akan memotong 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing.
“Sapi kurban dari ASN dan murid ini akan dipotong di MAN 1 Kota Padang dan akan dibagikan kepada masyarakat di sekitarnya madrasah sebagai wujud kehadiran madrasah di tengah masyarakat,” jelasnya.
“Berkurban bukan masalah sanggup atau tidak, tetapi masalah taat atau tidak. Karena betapa banyak orang yang sanggup secara finansial, tetapi enggan untuk berkurban. Dan sebaliknya, betapa banyak orang kelihatannya tak sanggup, tetapi karena ketaatannya mau untuk berkurban,” jelasnya.
Aidia menjelaskan, agar terlaksananya kurban murid, maka setiap murid mencicil Rp. 2.000,- setiap pekan. Maka setiap kelas dengan beranggotan 35 murid akan mengumpulkan Rp. 280.000,- setiap bulan.
Aidia mengajak para wali kelas agar bekerja sama untuk mensukseskan kurban murid ini sehingga program kurban akbar MAN 1 Kota Padang akan terwujud. (humas).






