EkBis

Mengurangi Pengangguran di Sumbar: PT AMP Lepas Gelombang Pertama Pengiriman PMI ke CA Integrated Malaysia

×

Mengurangi Pengangguran di Sumbar: PT AMP Lepas Gelombang Pertama Pengiriman PMI ke CA Integrated Malaysia

Sebarkan artikel ini
PT Andalan Mitra Prestasi (AMP) resmi melepas keberangkatan sebanyak 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk ditempatkan bekerja di CA Integrated Facilities SDN BHD Malaysia, Jumat (11/9). AFRIANITA

PADANG, HARIANHALUAN.id—PT Andalan Mitra Prestasi (AMP) resmi melepas keberangkatan sebanyak 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk ditempatkan bekerja di CA Integrated Facilities SDN BHD Malaysia, Jumat (11/9).

Ini merupakan kelompok pertama yang diberangkatkan oleh PT AMP dari total rencana pengiriman sebanyak 70 PMI ke perusahaan ternama di negeri jiran tersebut. CA Integrated Facilities SDN BHD merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan kebersihan profesional dan perawatan fasilitas.

Para pekerja migran nantinya akan menjalani masa kontrak kerja selama dua tahun dan bisa diperpanjang setiap tahunnya. Mereka akan ditempatkan sebagai cleaning service atau petugas kebersihan yang berada di bawah jaringan mall-mall besar CA Integrated Facilities SDN BHD.

Setiap bulannya PMI akan menerima salary atau gaji pokok sebesar 1.700 RM atau setara Rp8 juta. Selain gaji pokok mereka juga diberikan berbagai fasilitas seperti tempat tinggal, uang lembur serta transportasi.

Direktur Utama PT AMP Tafyani Kasim beserta Direktur Keuangan PT AMP, Rika Evawani hadir langsung saat acara pelepasan PMI di Aula Kantor PT AMP Jalan S. Parman No.80-82-118B Lolong Belanti Padang.

Hadir juga saat itu Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat, Jupriyadi, perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan Padang beserta para kepala divisi dan manager PT AMP Group.

Direktur Utama PT AMP, Tafyani Kasim, menjelaskan bahwa dari rencana pengiriman 70 PMI, baru sebanyak 29 orang yang diberangkatkan hari ini. Sisanya akan menyusul dalam bulan ini juga karena saat ini masih dalam proses pengurusan visa.

Baca Juga  Jasa Raharja Sumbar Salurkan Santunan Rp36,6 Miliar hingga Juni 2026, Digitalisasi Layanan Menjadi Kunci

Tafyani mengatakan PT AMP sudah bekerja sama dengan perusahaan Malaysia tersebut selama 15 tahun dan telah mengirimkan lebih dari 1.000 PMI dari seluruh cabang PT AMP yang tersebar di tanah air.

“Saat ini juga ada 200 permintaan baru lagi untuk penempatan di Malaysia. Kita menargetkan dapat mengirimkan setidaknya sebanyak 500 PMI ke Malaysia hingga akhir tahun 2026,” ujar Tafyani.

Namun Tafyani juga mengatakan setelah masa Covid-19 berlalu, berbagai persoalan global dan kondisi internal Malaysia membuat pengiriman pekerja migran ke negara tersebut masih belum sepenuhnya normal.

Sejak dua tahun terakhir Malaysia sebenarnya hanya menerima pekerja migran untuk sektor perladangan atau perkebunan. Saat ini meski sudah dibuka untuk semua sektor,pasar tenaga kerja di sana mulai dikuasai Bangladesh dan Nepal.

“Bahkan orang Bangladesh mau membayar mahal agar mereka bisa bekerja di Malaysia, jadi sekarang persaingan untuk bekerja di Malaysia sudah sangat berat,” tutur Tafyani lagi.

Menyikapi ketatnya persaingan tersebut, Tafyani mengatakan PT AMP tidak lagi berfokus pada pengiriman semata ke negara Malaysia yang selama ini menjadi negara tujuan utama penempatan PMI terutama dari Sumbar.

“Ada sebanyak 90 negara lebih yang sudah kita lakukan penjajakan kerja sama untuk penempatan PMI. Sebelumnya kita sudah membuat kerja sama dengan Turki, ke depan kita fokus negara tujuan lain,” sebutnya lagi.

Tafyani mengimbau para PMI agar mengikuti aturan yang berlaku di negara penempatan. Hal ini penting agar mereka betah dan sukses bekerja di negeri orang serta mampu mensejahterakan diri dan keluarganya.

Baca Juga  Semen Padang Raih 2 Penghargaan Tertinggi ICA 2023

“Kita sudah 30 tahun bergerak di bidang penempatan. Pengalaman selama ini menunjukkan rata-rata PMI kita sukses, mereka bisa membeli tanah, rumah hingga sawah. Kalaupun ada yang gagal sering kali itu terjadi karena masalah pribadi,” jelasnya lagi.

Di sisi lain Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi memberikan apresiasi kepada Dirut PT AMP Tafyani Kasim, karena telah menfasilitasi masyarakat Sumbar untuk mencari nafkah, ilmu dan pengalaman di luar negeri.

“Mencari pekerjaan di dalam negeri ini saat ini cukup sulit. Pak Tafyani telah membuka kesempatan itu dan menolong banyak masyarakat Sumbar untuk mendapatkan pekerjaan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga menyebut para PMI yang diberangkatkan tersebut sebagai calon orang kaya-orang kaya. Berangkat melalui PT AMP menurutnya sudah sangat tepat karena menggunakan jalur resmi dan tentunya akan dilindungi negara.

“Dari kementerian biasanya kami menyalurkan bantuan sebesar Rp3 juta sebagai modal berusaha membeli peralatan bagi PMI purna yang sudah kembali ke Indonesia dan ingin berwirausaha di dalam negeri,” tambahnya lagi.

Pada akhir sambutannya, ia mengimbau kepada selurh PMI yang diberangkatkan untuk menjaga nama baik PT AMP, menjaga nama baik negara, mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja serta dapat mengatur keuangan agar bisa mengirim kepada keluarga di kampung halaman. (h/ita)