UTAMA

Menkes Budi G. Sadikin di RSUP M.Djamil: Baru 15 RS Layani Bedah Jantung, 6.000 Anak Belum Terselamatkan

×

Menkes Budi G. Sadikin di RSUP M.Djamil: Baru 15 RS Layani Bedah Jantung, 6.000 Anak Belum Terselamatkan

Sebarkan artikel ini
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peluncuran misi kemanusiaan operasi bedah jantung anak hasil kolaborasi RSUP M. Djamil Padang, King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief), dan Muslim World League (MWL) di RSUP M. Djamil Padang, Kamis (30/7).DOK AFRIANITA

PADANG,HARIANHALUAN.id – Sekitar 6.000 anak di Indonesia meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan karena tidak memperoleh operasi yang dibutuhkan.

Kondisi tersebut bukan disebabkan penyakitnya tidak dapat diobati, melainkan keterbatasan kapasitas rumah sakit yang mampu melakukan operasi bedah jantung anak.

Fakta itu diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peluncuran misi kemanusiaan operasi bedah jantung anak hasil kolaborasi RSUP M. Djamil Padang, King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief), dan Muslim World League (MWL) di RSUP M. Djamil Padang, Kamis (30/7).

Budi menjelaskan, setiap tahun Indonesia mencatat sekitar 4,8 juta kelahiran. Dari jumlah tersebut, sekitar 8 hingga 10 bayi per 1.000 kelahiran atau sekitar 48.000 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan.

“Sebanyak 25 persen di antaranya atau sekitar 12 ribu anak mengalami kelainan jantung bawaan kritis yang harus segera dioperasi. Kalau tidak dioperasi, mereka bisa meninggal,” ujarnya.

Namun, kemampuan pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini baru mampu melakukan sekitar 6.000 operasi bedah jantung anak setiap tahun. Akibatnya, sekitar 6.000 anak lainnya belum memperoleh tindakan medis yang mereka butuhkan.

“Setiap tahun sekitar 6.000 anak meninggal karena kapasitas rumah sakit kita belum mencukupi untuk menangani seluruh pasien yang membutuhkan operasi,” kata Budi.

Menurutnya, beberapa tahun lalu layanan operasi bedah jantung anak hanya tersedia di sembilan rumah sakit yang berada di enam provinsi.

Saat ini sudah terdapat 15 rumah sakit di 12 provinsi yang mampu melakukan operasi bedah jantung anak.

Baca Juga  Selangkah Lagi, Aplikasi Karya RSUP M Djamil Padang Inovasi Kesehatan Terbaik di Indonesia

Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan menargetkan setiap provinsi memiliki sedikitnya satu rumah sakit yang mampu memberikan layanan operasi bedah jantung anak.

Dalam kesempatan itu, Budi juga mengapresiasi dukungan KSrelief dan Muslim World League yang kembali menggelar misi kemanusiaan di Indonesia.

Budi mengatakan RSUP M. Djamil menjadi rumah sakit keempat di Indonesia yang mendapatkan program peningkatan kapasitas dari KSrelief.

“Bantuan ini tidak hanya menyelamatkan anak-anak yang membutuhkan operasi, tetapi juga meningkatkan kemampuan dokter, perawat, dan seluruh tim di RSUP M. Djamil agar semakin mandiri dalam menangani kasus bedah jantung anak,” katanya.

Ia berharap sistem pelayanan, teknik operasi, dan standar penanganan yang diperoleh melalui kolaborasi tersebut dapat diterapkan di rumah sakit lain sehingga semakin banyak anak Indonesia yang mendapatkan kesempatan hidup.

Sementara itu Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan misi kemanusiaan ini bukan sekadar memberikan layanan operasi jantung kepada pasien anak.

“Tetapi juga menjadi momentum memperkuat kemampuan RSUP M. Djamil sebagai pusat layanan bedah jantung pediatrik dan kongenital di Sumatera Bagian Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, RSUP Dr. M. Djamil saat ini merupakan satu-satunya pusat layanan bedah jantung pediatrik dan kongenital di wilayah Sumatera Bagian Tengah.

Baca Juga  Pilkada 2024, Pemko Terbitkan SE Tentang Netralitas ASN Padang Panjang 

Dalam tiga tahun terakhir, tim bedah jantung rumah sakit tersebut telah melaksanakan sekitar 150 operasi bedah jantung anak.

Pada misi kemanusiaan yang berlangsung 24–31 Juli 2026 ini, RSUP M. Djamil menyiapkan 30 pasien untuk menjalani operasi.

Hingga 29 Juli 2026, sebanyak 23 pasien berhasil menjalani operasi dengan tingkat kompleksitas yang beragam, mulai dari kelainan sederhana hingga kasus yang sangat kompleks.

Salah satu capaian yang membanggakan, kata Dovy, adalah keberhasilan tim melakukan Bentall Procedure dan Arterial Switch Operation (ASO).

Kedua prosedur tersebut untuk pertama kalinya berhasil dilaksanakan dalam rangkaian misi kemanusiaan KSrelief di Indonesia.

Dovy menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular, dokter spesialis anak, dokter anestesi, dokter intensivis, perfusionis, tim keperawatan, bersama tim KSrelief dengan pendampingan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Ia berharap kolaborasi dengan KSrelief dan Muslim World League tidak berhenti sebagai misi kemanusiaan, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang dalam bidang pelayanan, pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami berkomitmen terus memperkuat peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat layanan bedah jantung pediatrik dan kongenital di Sumatera Bagian Tengah, sekaligus menjadi bagian penting dalam transformasi sistem rujukan kardiovaskular nasional,” tutup Dovy. (h/ita)