Menurutnya, pemetaan potensi tersebut penting agar seluruh program yang disusun mahasiswa selaras dengan kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan tema KKN PPM-T 2026.
Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan seluruh mahasiswa peserta KKN dan diskusi mengenai rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Beberapa gagasan yang mengemuka dalam diskusi antara lain pengelolaan sampah melalui pembentukan bank sampah sebagai bagian dari program kelestarian lingkungan, pengembangan website destinasi wisata nagari untuk mendukung literasi digital dan promosi potensi daerah, serta penerapan budidaya aquaponik sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat, program KKN PPM-T Universitas Bung Hatta diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mendorong pembangunan Nagari Kapalo Hilalang yang lebih mandiri, berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. (*)












