Oleh : Yulinasri
(Guru MAN 1 Pasaman).
Pepatah mengatakan : “Siapa bertanam angin akan menuai badai.”
Pepatah diatas identik dengan kehidupan manusia di dunia. Di dunia ini siapa yang berbuat mungkar maka kelak di akhirat akan panen azab Allah SWT. Demikian pula sebaliknya siapa yang di dunia berbuat baik, insya-Allah akan panen nikmat (kesenangan) di akhira. Sekecil apapun kebaikan atau kejahatan tidak ada yang luput dari catatan dan balasan Allah SWT.
Jika diperhatikan di dunia ini, ada manusia yang berbuat jahat mengikuti kehendak hawa nafsunya dan ada yang senantiasa berbuat kebajikan (amal shaleh).
Didalam Al Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup umat Islam dijelaskan bahwa setiap amal perbuatan manusia di dunia ini (baik dan buruk) akan ada balasannya dari Allah SWT kelak di akhirat.
Diantara ayat Al Qur’an yang menerangkan hal tersebut adalah : surat An-Najm ayat 31 :
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَىٰ
Artinya :
“Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
Surat Az-Zalzalah ayat 7–8 :
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Artinya :
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
Surat Al-Kahfi ayat 49 :
… لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا …
Artinya :
“Kitab (catatan amal) itu tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan mencatat semuanya…”
Surat An-Najm ayat 39–41 :
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ
ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ
Artinya :
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,
dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.”
Surat Ali ‘Imran ayat 30 :
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوءٍ…
Artinya :
“Pada hari ketika setiap jiwa mendapatkan segala kebajikan yang telah dikerjakannya dihadapkan (di hadapannya), dan (begitu pula) kejahatan yang telah dikerjakannya…”
Mengambil pelajaran dari ayat-ayat diatas, hendaklah setiap diri waspada terhadap apa yang diperbuat di dunia. Sekecil apapun kebaikan atau keburukan dilaksanakan, tidak ada yang luput dari catatan dan balasan Allah SWT.
Jika dianalogikan, dunia ini adalah tempat bercocok tanam, maka panennya akan diterima di akhirat kelak. Manakala yang ditanam adalah angin (dosa), maka yang bersangkutan akan panen badai. (azab Allah SWT dan neraka). Sebaliknya jika benih yang ditanam berupa bibit tanaman unggul berupa amal shaleh dan kebajikan, maka ia akan panen buah nikmat yang melimpah (pahala dan syurga).
Semoga bermanfaat. (*).






