EkBis

Percepatan Ekonomi Pascabencana, Pemko Pariaman Amankan Dana Rp4,1 Miliar untuk Perbaikan 4 Pasar

×

Percepatan Ekonomi Pascabencana, Pemko Pariaman Amankan Dana Rp4,1 Miliar untuk Perbaikan 4 Pasar

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Pariaman Yota Balad, yang hadir didampingi Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Deddy Kurnia Illahi serta Kepala UPT Pengelola Pasar di Arch Hotel Bogor Jawa Barat, Senin (5/10).IST

PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kota Pariaman berhasil mengamankan tambahan bantuan anggaran Dana Tugas Pembantuan sebesar Rp4,1 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana empat pasar tradisional pada Tahun Anggaran 2026.

Kepastian alokasi anggaran ini disahkan dalam Rapat Koordinasi Antar-Instansi dan Penyerahan DIPA Dana Tugas Perbantuan dalam rangka Percepatan Rehabilitasi/Rekonstruksi Pascabencana di Sumatra yang berlangsung di Arch Hotel Bogor Jawa Barat, Senin (5/10).

Acara strategis tersebut dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Iqbal Shoffan Shofwan, Kepala Perencanaan dan Pengendalian Posko Nasional Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pasca Bencana Brigjen TNI Andre Julian, serta Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Sri Sugy Atmanto.

Baca Juga  PPATK Endus Transaksi Janggal Dana Kampanye, Salah Satunya di Sumbar

Wali Kota Pariaman Yota Balad, yang hadir didampingi Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Deddy Kurnia Illahi serta Kepala UPT Pengelola Pasar, menegaskan bahwa revitalisasi fasilitas perdagangan merupakan instrumen krusial dalam menjaga stabilitas sirkulasi barang dan jasa di tingkat daerah.

“Pasar adalah urat nadi perekonomian masyarakat. Akselerasi rehabilitasi fisik ini wajib dilakukan guna memastikan interaksi transaksional antara pedagang dan konsumen dapat berjalan di fasilitas yang representatif, aman, dan nyaman,” ujar Yota Balad.

Yota menambahkan, intervensi anggaran pada sektor hilir ini tidak sekadar berfokus pada perbaikan fisik normatif, melainkan pada peningkatan kualitas struktural bangunan (upgrading) agar memiliki ketahanan jangka panjang (resilience) terhadap risiko bencana di masa depan.

Baca Juga  Wawako Solok Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal

Langkah preventif ini dinilai penting untuk menekan potensi kerugian material sektor perdagangan di kemudian hari.

Guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kuartal akhir, Pemkot Pariaman menargetkan pengerjaan fisik keempat pasar tersebut dapat segera dieksekusi dalam waktu dekat.

Empat pasar itu adalah Pasar Rakyat Pariaman, Pasar Kuraitaji, Pasar Basah Pariaman danPasar Produksi Jati/Kuliner.

Seluruh proyek rehabilitasi ini diproyeksikan rampung secara maksimal sebelum penutupan tahun anggaran 2026. (*)