EkBis

Telkom BISA PandAI Bekali 1.000 Pelajar dan Guru dengan Kecakapan AI dan Penguatan Wellbeing

×

Telkom BISA PandAI Bekali 1.000 Pelajar dan Guru dengan Kecakapan AI dan Penguatan Wellbeing

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat mendorong kebutuhan akan literasi dan kecakapan digital sejak dini. Pemanfaatan AI di kalangan generasi muda tidak hanya perlu diarahkan pada kemampuan teknis, tetapi juga harus diiringi pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Menjawab kebutuhan tersebut, TelkomGroup melalui pilar pendidikan Telkom BISA PandAI menghadirkan BISA Mahir, program pengembangan kompetensi digital yang dirancang untuk membekali pelajar dan pendidik dengan keterampilan teknologi masa depan. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, yang mengintegrasikan pembelajaran AI dengan penguatan aspek wellbeing atau kesejahteraan emosional di lingkungan sekolah.

Program tersebut telah dilaksanakan di Bukittinggi, Makassar, dan Semarang, dengan menjangkau 1.000 peserta yang terdiri atas 850 siswa dan 150 guru pendamping. Pelaksanaan di tiga kota tersebut menjadi bagian dari upaya TelkomGroup untuk memperluas akses terhadap edukasi AI sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga  Fantastis! Layanan Deposito Emas Melalui Aplikasi Pegadaian Digital Tembus 118 Kg

Melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, peserta tidak hanya diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar dan mengajar, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga kesejahteraan emosional dalam menghadapi dinamika pembelajaran di era digital. Pendekatan tersebut didukung dengan pengenalan sejumlah mekanisme, antara lain Weekly Mood Check-in, AI-assisted wellbeing monitoring, serta reporting system yang dapat membantu sekolah memperoleh gambaran mengenai kondisi siswa secara lebih berkelanjutan.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia Hery Susanto mengatakan, transformasi pendidikan di era digital perlu berjalan beriringan antara penguasaan teknologi dan kesiapan sumber daya manusia.

“Sebagai Perusahaan Digital, Telkom terus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif melalui pelatihan AI BISA Mahir yang diwujudkan dalam program EduMind Wellbeing & AI Camp. Kami meyakini bahwa transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan mental dan kemampuan adaptasi para generasi muda. Karena itu, Telkom berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan masa depan yang inklusif, sehat, dan berdampak positif bagi kemajuan bangsa,” ujar Hery.

Baca Juga  Bersama Innovillage, Mahasiswa Hadirkan Inovasi Alternatif Pencegahan Stunting

Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TelkomGroup, khususnya dalam mendukung pemerataan akses terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Program BISA PandAI juga sejalan dengan kontribusi TelkomGroup terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Melalui integrasi antara kecakapan AI dan penguatan wellbeing, TelkomGroup terus mendorong terciptanya generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab sekaligus memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan perubahan. Semangat Bersama Jadi Bisa menjadi landasan TelkomGroup dalam menghadirkan berbagai inisiatif pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (h/dj)