JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Senin (29/6) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (30/6) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, bencana hidrometeorologi kering berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi kejadian yang mendominasi di sejumlah daerah.
Kebakaran lahan seluas 2 hektare terjadi di Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, pada Minggu (28/6). BPBD Kabupaten Pulau Taliabu melaporkan bahwa peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran saat pembukaan lahan. Kondisi cuaca panas dan angin kencang mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran meluas. BPBD bersama tim gabungan mengerahkan satu unit mobil L300 dilengkapi dengan alkon, selang alkon, nozzle dan tandon air. Api berhasil dipadamkan pada Senin (29/6). Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kebakaran menghanguskan lahan seluas sekitar 1 hektare pada Senin (29/6). Hingga Selasa (30/6), api telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Selain di Maluku Utara dan Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di dua wilayah. Kejadian pertama berlangsung di Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, pada Minggu (28/6). BPBD Kota Bontang mencatat luas area terdampak mencapai sekitar 1,34 hektare. Dalam upaya penanganan, BPBD bersama tim gabungan mengerahkan dua unit mobil tangki air serta satu unit kendaraan operasional milik Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP). Api berhasil dipadamkan pada Senin (29/6), sementara penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan.
Sementara itu, kebakaran hutan seluas sekitar 2 hektare juga terjadi di Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, pada Sabtu (27/6). Tim Satuan Tugas Gabungan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan berhasil memadamkan api pada Senin (29/6).
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai di berbagai wilayah. Sejalan dengan itu, berdasarkan prediksi curah hujan kumulatif Dasarian I Juli 2026 (periode 1–10 Juli 2026) yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah diperkirakan mengalami curah hujan rendah. Wilayah tersebut meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Merespons kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan melalui pemantauan wilayah rawan terbakar serta penyiapan personel, sarana, dan prasarana pemadaman. Selain itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat atau BPBD setempat apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secara cepat sebelum api meluas. (*)












