MELBOURNE, HARIANHALUAN.ID – Pengusaha dermawan asal Minang, H. Yendra Fahmi, telah membeli sebuah bekas kantor polisi di Melbourne, Australia, untuk dijadikan masjid. Peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Hajjah Yuliana (nama ibunda H. Yendra Fahmi) itu dilakukan oleh dua mantan Wakil Presiden RI, yakni H.M. Jusuf Kalla dan Prof. Dr. Ma’ruf Amin, Sabtu (27/6) lalu.
Acara peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Tabligh Akbar oleh Ustadz Das’ad Latif. Selain tamu-tamu dari Indonesia, kegiatan ini juga diikuti dan disaksikan umat Muslim asal Indonesia yang tinggal di Australia khususnya kota Melbourne.
Menurut H. Yendra Fahmi kepada Haluan, gagasan membangun sebuah masjid Indonesia berawal dari usul sejumlah kawan-kawannya seperti Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad, Anies Baswesan dan lain-lain, agar dibangun sebuah masjid untuk umat Muslim asal Indonesia yang jumlahnya cukup signifikan di Kota Melbourne. Di kota ini juga terdapat sekitar seribuan perantau asal Minang atau Sumatera Barat.
Sebelumnya, Yendra Fahmi telah turut berpartisipasi dalam jumlah cukup besar dalam pemnangunan Surau Sydney Australia (SSA) di Sydney yang diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bulan November 2023.
Ide membangun Masjid di Melbourne ini muncul ketika Yendra Fahmi sering bolak-balik dari Jakarta ke kota itu ketika salah seorang putrinya kuliah di sana. Setelah dicari berbagai informasi dan dijajaki berbagai kemungkinan, akhirnya diperoleh sebidang tanah besar bekas kantor polisi seluas 1.700 meter persegi, terletak di distrik Laverton, sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota Melbourne. Setelah negosiasi, disepakati tanah tersebut dibeli Yendra Fahmi dengan harga lk. 2,7 juta dolar Australia atau sekitar Rp34 miliar.
“Setelah lahan itu kita beli, lalu kita urus izinnya untuk mendirikan rumah ibadah. Prosesnya cukup memakan waktu, sampai akhirnya bisa dilakukan peletakan batu pertama,” kata Yendra Fahmi kepada Haluan.
Setelah peletakan batu pertama ini, akan segera disusun rencana pembangunan yang komprehensif serta direncanakan tahap-tahapan pembangunannya.
“Pokoknya kita usahakan agar bisa dilakukan sebaik-baiknya dalam waktu tidak terlalu lama,” kata Yendra Fahmi yang masih belum bisa memberikan perkirakan biaya pembangunan masjid ini sampai selesai nantinya.
Dilahirkan di Pekanbaru dari ibu asal Sulit Air (Solok) dan ayah asal Sianok (Agam), 23 Januari 1971, H. Yendra Fahmi adalah tokoh pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, dan properti. Usahanya tersebar di Jakarta, Jambi, dan Kalimantan. Ia juga dikenal sebagai pemilik dealer Mercedez Benz terbesar di Indonesia dengan kantor pusat di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Selain berbisnis, Yendra Fahmi dikenal pula lewat aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Saat ini, ia tercatat sebagai Bendahara Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) dan anggota Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.












