PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, kembali menjadi perhatian kalangan akademisi.
Kali ini, nagari tersebut dipercaya sebagai lokasi Field Study Program Doktoral Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang (FEB UNP) yang mengangkat tema “Teknologi Entrepreneurial Human Capital dalam Meraih Peluang Bisnis UMKM dan Transformasi Digital”.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026) itu menjadi wadah bagi mahasiswa Program Doktoral FEB UNP untuk mengkaji secara langsung implementasi pengembangan sumber daya manusia, kewirausahaan, transformasi digital, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat nagari.
Field study dipimpin oleh tim dosen Program Doktoral FEB UNP yang terdiri dari Prof. Dr. Yunia Wardi, M.Si., Dr. Hendrik Heri Sandi, S.Pd., M.M., dan Dr. Susi Evanita, M.S. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa doktoral sebagai bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan praktik pembangunan di lapangan.
Sebagai tuan rumah, Wali Nagari Lareh Nan Panjang, Muskinta, yang juga merupakan mahasiswa Program Doktoral FEB UNP, memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan pemerintah nagari dalam mendukung pembangunan berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam presentasinya, Muskinta menjelaskan bahwa Pemerintah Nagari Lareh Nan Panjang telah menjalankan sejumlah program strategis, di antaranya digitalisasi pelayanan publik, peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku UMKM melalui pelatihan kewirausahaan dan literasi digital, pendampingan pemasaran berbasis teknologi, pengembangan potensi ekonomi lokal, penguatan Pos Bantuan Hukum (Posbankum), hingga perlindungan kekayaan intelektual bagi produk UMKM.
Selain itu, pemerintah nagari juga terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, kementerian, lembaga pemerintah dan berbagai mitra strategis sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan berbasis inovasi.
Menurut Muskinta, transformasi digital tidak hanya sebatas pemanfaatan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir masyarakat agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Transformasi digital harus dibangun melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Entrepreneurial human capital menjadi kunci agar masyarakat dan pelaku UMKM mampu menangkap peluang bisnis, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses pasar di era digital,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Yunia Wardi, M.Si. menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Nagari Lareh Nan Panjang yang telah membuka ruang kolaborasi dengan dunia akademik sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa doktoral.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan field study merupakan komponen penting dalam pendidikan doktoral karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menguji teori melalui kondisi nyata di lapangan, sehingga mampu menghasilkan penelitian yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.












