Ia menegaskan bahwa publikasi ilmiah kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap aktivitas akademik, melainkan telah menjadi bagian penting dari tuntutan pendidikan tinggi.
“Publikasi jurnal atau luaran penelitian saat ini sudah menjadi salah satu persyaratan administratif untuk wisuda. Memang minimal pada jurnal terindeks Sinta 3 atau Sinta 4, namun tidak menutup kemungkinan mahasiswa Universitas Andalas mampu menembus jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus,” ujarnya.
Menurutnya, hadirnya Program Fast Track di Universitas Andalas semakin memperkuat kebutuhan mahasiswa untuk memiliki kemampuan menulis artikel ilmiah sejak dini. Di sisi lain, kewajiban publikasi juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tugas dosen sebagai akademisi.
“Ini ilmu yang sangat mahal dan luar biasa, yang tidak setiap saat bisa didapatkan. Kami berterima kasih atas kehadiran Datuk Prof. Dr. Ismail Sualman di Ranah Minang untuk berbagi pengalaman dan strategi publikasi internasional,” katanya.
Dalam pemaparannya, Datuk Prof. Dr. Ismail Sualman membagikan berbagai strategi praktis agar artikel ilmiah memiliki peluang lebih besar diterima pada jurnal bereputasi.
Mulai dari pemilihan topik yang relevan, penyusunan kerangka artikel yang kuat, hingga pentingnya memahami karakteristik dan fokus jurnal yang dituju.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting bagi regenerasi organisasi mahasiswa pascasarjana melalui pelantikan pengurus baru Himaster Ilmu Komunikasi Universitas Andalas.
Para pengurus yang dilantik diharapkan mampu menjadi motor penggerak aktivitas akademik, riset, dan pengembangan kapasitas mahasiswa magister ke depan.
Melalui kolaborasi akademik lintas negara dan penguatan budaya publikasi ilmiah, FISIP Universitas Andalas optimistis mampu melahirkan semakin banyak karya penelitian yang tidak hanya berdampak di tingkat nasional, tetapi juga mendapat pengakuan di forum ilmiah internasional. (*)












