PADANG

PT Semen Padang Semarakkan Festival Pawai Telong-Telong HJK Padang ke-357

×

PT Semen Padang Semarakkan Festival Pawai Telong-Telong HJK Padang ke-357

Sebarkan artikel ini
MASKOT PT Semen Padang mengikuti Festival Pawai Telong-Telong yang menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID-PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan yang tumbuh bersama masyarakat melalui partisipasi aktif dalam Festival Pawai Telong-Telong yang menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Cimpago, Kamis (6/8) malam itu berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan masyarakat.

Festival tersebut menjadi panggung kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menampilkan kekayaan budaya Minangkabau, sekaligus menandai dimulainya rangkaian perayaan HJK Padang ke-357 yang tahun ini mengusung tema “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”.

Acara pembukaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Turut hadir menyaksikan kemeriahan festival di antaranya Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodal) II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Wali Kota Hildesheim, Jerman, Ingo Meyer, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta sejumlah tamu kehormatan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Sebagai perusahaan semen pertama di Asia Tenggara, PT Semen Padang hadir bukan sekadar sebagai peserta pawai, tetapi membawa semangat pelestarian budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan selama lebih dari satu abad. Kehadiran perusahaan dalam barisan peserta menjadi simbol bahwa dunia industri memiliki peran penting dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan nilai-nilai budaya lokal sebagai identitas daerah.

Baca Juga  Tinjau Progres Huntap Buddha Tzu Chi Berbahan Sepablock, Dirut SIG Pastikan Kualitas Konstruksi

Barisan PT Semen Padang tampil menyatu dengan semarak pawai yang dipenuhi berbagai kreasi arak-arakan, dekorasi khas Minangkabau, serta simbol-simbol perjuangan yang menggambarkan sejarah, seni budaya, dan potensi unggulan dari setiap kecamatan di Kota Padang. Ribuan warga yang memadati sepanjang kawasan Pantai Cimpago memberikan sambutan hangat kepada seluruh peserta yang tampil dengan penuh kreativitas.

Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menegaskan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam Festival Pawai Telong-Telong merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung perayaan identitas Kota Padang sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.

Menurutnya, PT Semen Padang tidak hanya hadir sebagai entitas bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Kota Padang.

Idris menambahkan, partisipasi PT Semen Padang juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung tema besar HJK Padang ke-357, yakni “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”, yang menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Padang menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi Dunia dari UNESCO.

Baca Juga  Cegah Generasi Padang jadi Korban Rokok, Pemko Perketat Kawasan Tanpa Rokok

Menurutnya, potensi budaya dan kuliner lokal merupakan aset yang harus dijaga bersama karena memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi identitas yang mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat internasional.

“Kami mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Padang untuk menjadikan kota ini sebagai Kota Gastronomi Dunia. Melalui partisipasi budaya seperti ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa pelestarian budaya dan kuliner lokal membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha. PT Semen Padang siap terus berkontribusi dalam mendukung berbagai program pembangunan dan promosi daerah yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Komitmen tersebut, lanjut Idris, sejalan dengan nilai-nilai perusahaan yang senantiasa mengedepankan prinsip keberlanjutan atau sustainability, tidak hanya dalam aspek bisnis dan lingkungan, tetapi juga dalam pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan identitas lokal sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan.