PENDIDIKAN

Ratusan Ijazah Alumni SMKN 1 Painan Belum Diambil, Dikaitkan dengan Tunggakan Komite Sekolah

×

Ratusan Ijazah Alumni SMKN 1 Painan Belum Diambil, Dikaitkan dengan Tunggakan Komite Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ijazah
Sedikitnya 200 ijazah alumni SMK Negeri 1 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, hingga kini masih tersimpan di sekolah. IDUL FITRI

PAINAN, harianhaluan.id – Sedikitnya 200 ijazah alumni SMK Negeri 1 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, hingga kini masih tersimpan di sekolah. Persoalan tersebut mencuat setelah sejumlah orang tua siswa mengaku kesulitan memperoleh dokumen kelulusan anak mereka yang disebut berkaitan dengan tunggakan sumbangan komite sekolah.

Salah seorang wali murid asal Surantih, Kecamatan Sutera, Daus (50), mengaku anaknya yang lulus pada 2023 belum menerima ijazah asli hingga saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tunggakan sumbangan komite sebesar Rp1 juta yang belum mampu dilunasi keluarganya.

“Sebagai orang tua, kami berharap pihak sekolah dapat membantu keluarga yang kurang mampu. Anak saya sangat membutuhkan ijazah itu untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan yang lebih baik,” ujar Daus saat dihubungi, Senin (15/6/2026).

Ia menuturkan, ketiadaan ijazah asli membuat anaknya kesulitan bersaing di dunia kerja. Selama ini, kata dia, anaknya hanya mengandalkan ijazah SMP untuk mencari pekerjaan serabutan.

Baca Juga  Wali Nagari di Pessel Studi Banding ke Jawa Barat, Pengamat: Tak Relevan di Tengah Kondisi Fiskal Sulit

“Kesempatan kerja tentu berbeda. Lulusan SMK memiliki keterampilan yang lebih spesifik, tetapi tanpa ijazah asli sulit membuktikan kompetensi tersebut,” katanya.

Ratusan Ijazah Alumni SMKN 1 Painan Belum Diambil

Menanggapi persoalan itu, Kepala SMKN 1 Painan, Almes Gangga, S.Pd., M.Pd.T., membenarkan masih terdapat sekitar 200 ijazah alumni yang belum diambil dan tersimpan di sekolah. Menurutnya, sebagian kasus berkaitan dengan administrasi, termasuk persoalan sumbangan komite sekolah.

Almes menjelaskan sekolah selama ini memiliki mekanisme pembebasan sumbangan komite bagi keluarga kurang mampu melalui proses verifikasi kondisi ekonomi orang tua dan survei lapangan. Ia juga menyebut data terkait program tersebut tersedia melalui sistem informasi sekolah.

Seiring mencuatnya persoalan ini, pihak sekolah berencana mengumumkan pembebasan seluruh tunggakan sumbangan komite bagi sekitar 200 alumni yang ijazahnya masih tersimpan. Namun, pengambilan ijazah akan dilakukan dengan pendampingan orang tua untuk memastikan kejelasan administrasi.

Baca Juga  Dosen Sosiologi UNP Gelar PKM di Nagari Batu Bajanjang

“Kami ingin memastikan terlebih dahulu apakah dana yang sebelumnya mungkin telah diberikan orang tua benar-benar belum disetorkan atau ada persoalan lain. Karena itu diperlukan konfirmasi langsung dari orang tua,” ujar Almes.

Sementara itu, kondisi berbeda disampaikan Kepala SMAN 1 Painan, Drs. Rasfi Darmi. Ia mengungkapkan sekolahnya juga pernah memiliki sekitar 100 ijazah alumni yang belum diambil sejak beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya, keterlambatan tersebut bukan karena persoalan biaya atau tunggakan komite sekolah.

“Semua ijazah yang belum diambil sudah kami antarkan langsung ke rumah-rumah alumni. Alhamdulillah, prosesnya sudah selesai sehingga para alumni dapat memanfaatkan dokumen tersebut untuk melanjutkan pendidikan maupun kebutuhan pekerjaan,” katanya. (h/idul)