Laporan: Yesi Deswita
Selepas salat subuh, Pemilik Rental Sepeda Three Boy, Andre (58) bersiap memulai aktivitasnya. Pagi ini matahari masih malu-malu memancarkan sinarnya, sementara semilir angin laut yang membawa kesejukan menjadi warna tersendiri di tengah hiruk pikuk Kota Padang.
Debur ombak berpadu dengan langkah para pelari kalcer atau sebutan bagi pegiat olahraga lari yang menjadikan aktivitas tersebut sebagai gaya hidup dengan tampil stylish dengan perlengkapan kekinian. Jalan Samudra perlahan mulai hidup, bukan oleh kemacetan, melainkan oleh warga yang memilih menyapa pagi dengan satu kata “bergerak”.
Di sepanjang pesisir, aktivitas bersepada juga enggan redup. Bersepeda di jalan Samudra sepanjang Pantai Padang kini bukan lagi sekadar aktivitas rekreasi. Banyak warga yang mulai menyadari bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang memilih mengayuh sepeda seorang diri sembari menikmati rindangnya pepohonan dan birunya laut. Bahkan, bagi sebagian orang yang telah memiliki keleluasaan mengatur waktu karena kondisi ekonomi yang mapan (financial freedom), pagi menjadi momen untuk merawat tubuh dan pikiran.
Pantai Padang pun perlahan menjelma menjadi ruang publik yang menghadirkan gaya hidup sehat sekaligus seru.
Di tengah suasana itulah, Andre tahun tampak sibuk menata belasan sepeda miliknya di tepi Jalan Samudra No. 64 RT 06 RW 01 Kampung Ujung Pandang Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Satu per satu sepeda diperiksa, rem dipastikan berfungsi, rantai dirapikan, lalu disusun rapi menunggu penyewa datang.
Andre telah menggantungkan hidup keluarganya dari usaha ini sejak tahun 2003. Bagi Andre, deretan sepeda itu bukan sekadar alat transportasi. Di sanalah harapan keluarganya berputar setiap hari.
Nama Three Boy sendiri tercetus sebab Andre memiliki tiga anak laki-laki. Kepada Haluan, Andre membuka cerita saat pertama kali membuka usaha yang telah dirintisnya lebih dari dua dekade itu.
Awal merintis ia hanya memiliki empat unit sepeda. Seiring berkembangnya Pantai Padang sebagai destinasi wisata, usahanya ikut tumbuh hingga pernah memiliki 23 unit sepeda.
“Alhamdulillah dulu sempat sampai 23 sepeda,” ucapnya, Rabu (1/7/2026).
Namun perjalanan usaha tidak selalu mulus. Kini armadanya tinggal 11 unit. Sebagian rusak dimakan usia (korosi) karena sering terpapar angin laut yang membawa bias air laut yang mengandung kadar garam.












