SUMBAR

Sepablock Kian Meluas, BNPB juga Gunakan untuk Pembangunan Huntap Mandiri di Padang Panjang

×

Sepablock Kian Meluas, BNPB juga Gunakan untuk Pembangunan Huntap Mandiri di Padang Panjang

Sebarkan artikel ini
Pembangunan huntap mandiri di kota berjuluk Serambi Mekkah berlangsung di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, dan secara resmi dimulai pada Kamis (30/4). IST

Ia menambahkan, inovasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan akan hunian yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga layak dan bermartabat bagi masyarakat terdampak bencana.

“Melalui Sepablock, kami ingin menghadirkan huntap yang tidak asal-asalan, tetapi hunian berkelas bagi masyarakat,” katanya.

Paparan tersebut mendapat perhatian serius dari Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis. Meski baru pertama kali melihat langsung teknologi Sepablock, ia tampak antusias dan aktif mengajukan sejumlah pertanyaan terkait spesifikasi, daya tahan, hingga efisiensi biaya pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Hendri Arnis menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana di daerahnya. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang Panjang siap mendukung penuh pembangunan huntap, baik dari sisi penyediaan lahan maupun kelengkapan administrasi.

Baca Juga  Tim Inovasi PT Semen Padang Raih Penghargaan Tertinggi di IQPC Filipina

“Alhamdulillah, kesiapan lahan sudah kami siapkan, bahkan masih tersedia sekitar 20 titik lagi untuk pengembangan huntap. Kami berharap dukungan dari BNPB terus berlanjut,” ujarnya.

Lebih jauh, Hendri menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

“Padang Panjang harus menjadi kota yang tangguh terhadap bencana, dengan masyarakat yang kembali bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak,” tambahnya.

Sestama BNPB Rustian mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Ia menyebut penggunaan Sepablock sebagai langkah inovatif yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan huntap secara cepat, efisien, dan berkualitas.

“Rumah yang dibangun bertipe 36 dengan estimasi anggaran sekitar Rp60 juta per unit. Yang terpenting adalah layak huni, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Rustian.

Baca Juga  Sambangi Kemenpan RB, Bupati Yulianto Tanyakan Progres Usulan Pengangkatan PPPK

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan proses administrasi di tingkat daerah agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Selain itu, konsep huntap mandiri dinilai mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan.

“Rumah contoh dari Sepablock untuk hunian tetap mandiri di Kota Padang Panjang ini menjadi acuan bagi pembangunan ke depan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari proses pembangunan,” tutupnya.

Dengan meluasnya penggunaan Sepablock di berbagai daerah di Sumatera Barat, inovasi lokal ini kian menegaskan perannya sebagai solusi strategis dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus menghadirkan standar baru bagi hunian yang layak, aman, dan berdaya tahan tinggi. (*)