HEADLINEOLAHRAGA

Skotlandia vs Brasil : Tim Samba Bidik Juara Grup

×

Skotlandia vs Brasil : Tim Samba Bidik Juara Grup

Sebarkan artikel ini

MIAMI, HARIANHALUAN.ID — Timnas Brasil bertekad meraih poin penuh dan mengamankan posisi juara grup saat bertemu Timnas Skotlandia pada laga pamungkas Grup C Piala Dunia 2026 di di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Kamis (25/6) pukul 05.00 WIB. Di atas kertas, Tim Samba jelas lebih diunggulkan, namun Skotlandia masih berpeluang besar membuat kejutan.

Brasil, Maroko, dan Skotlandia sebenarnya masih berpeluang memuncaki Grup C. Brasil dan Maroko ada di posisi terfavorit untuk mengunci posisi ini. Jika Brasil dan Maroko sama-sama memenangkan duel pemungkas fase grup, masing-masing bakal mengoleksi 7 poin. Karena head-to-head keduanya berimbang, sesuai aturan tie-breaker FIFA, penentuan juara grup ditentukan lewat selisih gol.

Di sisi lain, jika Skotlandia menang atas Brasil dan Maroko setidaknya mampu menahan imbang Haiti, maka Tartan Army dipastikan finis di posisi kedua. Bahkan, Skotlandia bisa juara grup jika mengalahkan Brasil dan pada saat bersamaan Maroko gagal menang atas Haiti.

Sebaliknya, jika hasil pertandingan lain tidak sesuai harapan, Skotlandia berisiko finis di peringkat ketiga dan harus menunggu perkembangan klasemen dari grup lain sembari berharap masuk daftar 8 tim peringkat tiga terbaik untuk lolos ke babak 32 besar.

Baca Juga  Sudah Pelajari PSIM, Semen Padang FC Bidik Kemenangan

Hanya saja, mau berakhir sebagai juara maupun runner-up, lawan berat dipastikan menanti di babak 32 besar. Sebab, juara Grup C sudah dijadwalkan meladeni runner-up Grup F, sementara runer-up grup C akan bertemu juara Grup F.

Kemenangan mutlak Brasil atas tim debutan Haiti dengan skor 3-0 pekan lalu menjadi modal krusial bagi Selecao jelang lawan Skotlandia. Setelah ditahan imbang Maroko di pekan pertama, tiga poin perdana hasil menekuk Haiti menjaga napas Brasil di Piala Dunia 2026.

Kebangkitan armada Carlo Ancelotti tidak bisa dilepaskan dari performa Vinicius Junior dan Matheus Cunha. Vini tampil sebagai motor serangan dengan sumbangan satu gol dan satu assist, sementara Matheus Cunha memborong dua gol usai dirinya sempat dicadangkan pada laga pembuka kontra Maroko. Vini dan Cunha diprediksi masih jadi andalan utama untuk mengoyak jala pertahanan Skotlandia.

Di kubu lawan, Skotlandia dipastikan tidak akan menyerah begitu saja, karena mereka juga sedang mengusung misi untuk lolos ke babak sistem gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah. Usai memetik kemenangan penting 1-0 atas Haiti di laga pembuka, armada Steve Clarke harus rela menelan kalah tipis 0-1 dari Maroko melalui gol cepat Ismael Saibari.

Baca Juga  Pemecatan Shin Tae-yong, Begini Kata Erick Tohir

Saat kontra Brasil nanti, Steve Clarke diprediksi memakai taktik bertahan total demi meredam agresivitas Selecao. Gelandang andalan seperti John McGinn dan Scott McTominay diharapkan bisa memutus aliran bola Brasil sejak dari lini tengah.

Namun, ini bukan pekerjaan mudah bagi skuad Tartan Army. Bahkan absennya winger andalan Brasil Raphinha akibat cedera hamstring tampaknya tidak akan mengurangi daya ledak Tim Samba.

Eks pelatih Skotlandia, Craig Levein menyebut bahwa asalkan Skotlandia tidak kalah telak dari Brasil, peluang menuju fase gugur masih terbuka lebar.

“Ada situasi di mana bahkan jika kami kalah 1-0 dalam pertandingan ini maka kami masih bisa lolos. Ini sedikit dilema bagi Steve Clarke, apakah dia akan bermain bertahan? saya pikir dia mungkin akan melakukannya,” kata Levein kepada Sky Sports. Jika hasil tersebut benar-benar terjadi, Skotlandia bakal tetap finis di peringkat ketiga klasemen Grup C. Potensi melaju ke babak 32 besar masih ada karena kini Tartan Army masuk dalam radar peringkat 3 terbaik bersama tim lain seperti Swedia, Aljazair, dan Paraguay yang masing-masing mengoleksi 3 poin berkat satu kemenangan. (*)