Inovasi tersebut bersumber dari tiga program utama, yakni Focus Improvement TPM untuk karyawan di bawah Direktorat Operasi, registrasi inovasi terbuka bagi seluruh departemen, serta program inovasi Band 2.
Registrasi inovasi dalam SPIE dilakukan melalui sistem digital perusahaan yang memungkinkan pengelolaan ide berjalan lebih transparan, terdokumentasi, dan terukur. Setiap ide dapat didaftarkan pada tanggal 1–15 setiap bulan, kemudian dilanjutkan dengan proses pendampingan penyusunan risalah inovasi pada tanggal 16–30.
Sebagian besar inovasi masih berasal dari Direktorat Operasi melalui aktivitas Focus Improvement (FI/TPM). Hal ini menunjukkan bahwa budaya improvement sangat kuat di area operasional.
Dari total 317 inovasi, seluruhnya mengikuti proses On Desk Assessment. Sebanyak 70 tim lolos seleksi awal dan 30 tim melanjutkan ke tahap verifikasi presentasi. Setelah melalui proses kaukus dan rekapitulasi penilaian, ditetapkan para pemenang SPIE Award 2025 yang terdiri dari 10 tim Platinum, 19 tim Gold, dan 1 tim Silver.
Iskandar juga mengungkapkan bahwa tren inovasi di PT Semen Padang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Dari 317 inovasi yang tercatat pada 2025, sebanyak 230 inovasi (73 persen) telah berhasil diimplementasikan, sementara 87 inovasi masih dalam proses implementasi.
“Capaian ini menunjukkan tingkat realisasi inovasi yang cukup tinggi. Artinya, sebagian besar ide yang lahir tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi perusahaan,” jelasnya.
Dari sisi keterlibatan karyawan, tercatat 591 dari total 1.237 karyawan atau sekitar 48 persen telah terlibat aktif dalam kegiatan inovasi perusahaan. Angka ini menunjukkan hampir separuh insan perusahaan telah berkontribusi dalam program inovasi, meskipun masih terdapat peluang peningkatan partisipasi di masa mendatang.
“Dari berbagai inovasi yang dihasilkan, potensi manfaat finansialnya juga cukup signifikan. Pada tahun 2025, total potensi benefit inovasi diperkirakan mencapai Rp17,9 miliar. Nilai ini masih dalam tahap verifikasi internal dan berpotensi meningkat setelah proses validasi lebih lanjut,” kata Iskandar.












