Di tengah perbedaan informasi tersebut, masyarakat berharap pemerintah dan instansi berwenang segera turun tangan melakukan pemeriksaan secara langsung.
Warga meminta dilakukan pengambilan sampel air Sungai Koto Balai untuk diuji di laboratorium, guna mengetahui penyebab perubahan warna air sekaligus memastikan ada atau tidaknya kandungan pencemar yang membahayakan lingkungan.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting agar persoalan tidak berhenti pada dugaan dan klaim dari masing-masing pihak, melainkan dapat dibuktikan melalui data dan hasil uji laboratorium.
Masyarakat juga berharap pemerintah memberikan penjelasan yang transparan mengenai kondisi Sungai Koto Balai, termasuk apabila ditemukan adanya pencemaran dan sumber penyebabnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada hasil pemeriksaan atau uji laboratorium dari instansi berwenang yang dapat memastikan bahwa perubahan warna air Sungai Koto Balai tersebut disebabkan limbah PT Dharmasraya Lestarindo.
Dengan demikian, dugaan pencemaran tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang untuk memastikan fakta di lapangan. (*)












