PASAMAN, HARIANHALUAN.ID — Kapolres Pasaman selaku Pembina Bhayangkari Cabang Pasaman, AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K., menggelar tatap muka bersama Bhayangkari Cabang Pasaman, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Aula Rupatama Polres Pasaman.
Kegiatan tatap muka tersebut diikuti Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Oya Adirawa, para pengurus Bhayangkari, serta sekitar 130 anggota Bhayangkari Polres Pasaman.
Pertemuan itu digelar sebagai upaya memperkuat solidaritas organisasi, meningkatkan kedisiplinan anggota, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Bhayangkari Cabang Pasaman.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan. Meski demikian, nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab organisasi tetap menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut.
Tatap muka juga menjadi forum komunikasi internal untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antara pengurus dengan seluruh anggota Bhayangkari Cabang Pasaman.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Adirawa Permana Anggawisastra memberikan pembinaan sekaligus mengingatkan pentingnya peran Bhayangkari dalam mendukung pelaksanaan tugas anggota Polri.
Menurutnya, Bhayangkari merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pelaksanaan tugas Polri. Karena itu, setiap anggota Bhayangkari diharapkan mampu menjaga kehormatan organisasi melalui sikap dan perilaku yang baik.
Kapolres menekankan, keteladanan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan kemudian diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap anggota Bhayangkari diharapkan mampu menjadi contoh dalam bersikap, bertutur kata dan berinteraksi dengan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa disiplin tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran dalam setiap kegiatan organisasi. Disiplin juga tercermin dari sikap, cara berpenampilan, penggunaan media sosial, hingga kemampuan menjaga nama baik keluarga dan institusi Polri.
AKBP Adirawa mengajak seluruh anggota Bhayangkari agar menggunakan media sosial secara bijaksana. Setiap unggahan maupun aktivitas di ruang digital, menurutnya, harus tetap memperhatikan etika serta tidak menimbulkan dampak yang dapat merugikan nama baik keluarga maupun institusi.
Lebih lanjut, seluruh anggota Bhayangkari diminta memahami dan menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Bhayangkari serta mengikuti mekanisme organisasi yang telah ditetapkan.
Kapolres juga mengingatkan agar anggota menghindari berbagai tindakan yang dapat menimbulkan pelanggaran disiplin maupun mencederai marwah organisasi. Budaya organisasi, katanya, harus dibangun dengan rasa tanggung jawab, loyalitas, saling menghormati dan kepedulian.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Oya Adirawa mengatakan, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas, kedisiplinan dan komitmen terhadap aturan organisasi.
Ia berharap seluruh anggota Bhayangkari dapat menjadi pribadi yang dewasa dan bijaksana. Keharmonisan keluarga juga perlu terus dijaga karena menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas suami sebagai anggota Polri.
Oya Adirawa turut mengajak seluruh anggota untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap organisasi. Setiap kegiatan Bhayangkari diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran, pengabdian serta pengembangan diri bagi seluruh anggota.
Dengan semakin solid dan tertibnya organisasi Bhayangkari Cabang Pasaman, diharapkan kontribusi dalam mendukung tugas-tugas Polri semakin optimal. Kebersamaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga citra positif Polri di tengah masyarakat.
Melalui tatap muka tersebut, Bhayangkari Cabang Pasaman diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika dan disiplin, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Keteladanan, keharmonisan keluarga dan soliditas organisasi menjadi modal penting dalam mendukung terwujudnya pelayanan Polri yang semakin baik kepada masyarakat. (*)












