PADANG, HALUAN — Tim dosen Poltekkes Kemenkes Padang melaksanakan rangkaian program pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) sepanjang Juli 2026. Kegiatan yang merupakan kerjasama Poltekkes Kemenkes Padang dengan Puskesmas Lubuk Buaya ini difokuskan pada penguatan kesehatan mental dan fisik pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang.
Kegiatan yang dipimpin Dosen Poltekkes Kemenkes Padang, Heppi Sasmita, S. Kp., M. Kep., Sp. Jiwa ini menitikberatkan pada pengendalian ansietas atau kecemasan melalui pendekatan holistik yang memadukan edukasi, aktivitas fisik, relaksasi, dan pemulihan psikologis berbasis alam.
Tujuannya sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit kronis terus dilakukan melalui pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh.
Heppi Sasmita menjelaskan, kecemasan yang tidak terkendali sering kali memperburuk kondisi fisik pasien jantung. Karena itu, program ini dirancang agar pasien tidak hanya memahami penyakitnya, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendekatan holistik yang menyatukan keselarasan pikiran, tubuh, dan jiwa dapat menjadi benteng pertahanan bagi pasien dalam mengelola stres harian, sehingga membantu mencegah kekambuhan gejala jantung koroner,” ujarnya.
Rangkaian pengabdian dimulai pada Selasa, 7 Juli 2026, di Aula Puskesmas Lubuk Buaya. Pada tahap awal, tim dosen memberikan edukasi dan penyuluhan intensif mengenai hubungan antara kecemasan dan penyakit jantung. Para peserta memperoleh pemahaman tentang bagaimana tekanan psikologis dapat memengaruhi tekanan darah, denyut jantung, hingga kualitas hidup penderita PJK.
Memasuki tahap implementasi pada Selasa, 14 Juli 2026, kegiatan dilaksanakan di halaman Puskesmas Lubuk Buaya. Puluhan ibu-ibu dan lansia penderita PJK mengikuti senam pagi secara antusias. Setelah aktivitas fisik selesai, tim dosen memandu latihan Progressive Muscle Relaxation (PMR) atau relaksasi otot progresif.
Menurut Heppi Sasmita, kombinasi olahraga dan PMR dipilih secara strategis agar otot-otot yang tegang setelah beraktivitas dapat langsung dikendurkan melalui teknik relaksasi. Metode ini juga membantu menurunkan hormon stres dan menstabilkan tekanan darah.
“PMR merupakan teknik sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Jika diterapkan secara rutin, pasien dapat merasakan tubuh lebih rileks, pikiran lebih tenang, dan kualitas istirahat menjadi lebih baik,” katanya.
Sebagai puncak kegiatan, tim pengabmas membawa peserta ke lokasi rekreasi Ujung Batu, Muaro Panjunan, Padang, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Suasana pantai dipilih sebagai bagian dari proses healing untuk memberikan pengalaman relaksasi yang lebih mendalam.
Kegiatan di tepi pantai diawali dengan senam bersama di udara terbuka, kemudian dilanjutkan kembali dengan latihan PMR di bawah rindangnya pepohonan dan diiringi deburan ombak. Suasana alam yang tenang memberikan efek relaksasi psikologis yang kuat bagi para peserta.
Heppi Sasmita menuturkan, lingkungan alami terbukti membantu meningkatkan ketenangan batin dan memperkuat efek relaksasi yang telah dilatih sebelumnya. Banyak peserta mengaku merasa lebih nyaman, lebih segar, dan lebih mampu mengendalikan kecemasan setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui integrasi kegiatan mulai dari edukasi di dalam ruangan, praktik di halaman puskesmas, hingga pemantapan di lokasi rekreasi, Poltekkes Kemenkes Padang berharap metode pengendalian ansietas mandiri ini dapat diterapkan secara konsisten oleh pasien di rumah.
Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen berkelanjutan Poltekkes Kemenkes Padang dalam menghadirkan solusi kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menyentuh kebutuhan psikologis dan sosial masyarakat.
“Harapan kami, pasien jantung tidak hanya bertahan dengan pengobatan, tetapi juga mampu hidup lebih tenang, lebih aktif, dan lebih berkualitas melalui pengelolaan stres yang tepat,” tutur Heppi Sasmita.
Kegiatan ini juga disukseskan oleh anggota tim lainnya seperti Murniati Muchtar, SKM,.M.Biomed, para mahasiswa yaitu Cynthia Faradina, Dimasz Putra Onasis, Muthia Andila Zikra, Messy Amgraini, Muthia Syifa Amalia, Azizah, Haura Nafisa, Rifqah Kinasih, kemudian ada Desmayeni, S.SiT yang merupakan Pj. Program di Puskesmas Lubuk Buaya. (h/yes)












