AGAM, HARIANHALUAN.ID – Tim Supervisi KONI Sumatera Barat yang dipimpin Wakil Ketua Umum I KONI Sumbar, Alvira, melakukan supervisi terhadap pelaksanaan tahapan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Agam, Kamis (16/7).
Supervisi tersebut ditegaskan bukan untuk menentukan benar atau salahnya tahapan yang telah dijalankan KONI Agam, melainkan melakukan verifikasi dan pengumpulan data sebagai bahan pertimbangan KONI Sumbar.
Alvira menjelaskan, seluruh proses sejak awal pembahasan tahapan Musorkab hingga perkembangan terbaru menjadi bagian dari materi yang diverifikasi tim supervisi.
“Supervisi yang kami lakukan hari ini bukan dalam rangka memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah atas tahapan Musorkab KONI Agam. Tugas kami adalah melakukan verifikasi dan mengumpulkan data, mulai dari awal pembahasan Musorkab sampai kondisi yang terjadi saat ini,” ujar Alvira.
Selain menemui jajaran KONI Agam katanya, tim supervisi juga melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) untuk memperoleh informasi dari seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Menurut Alvira, dari hasil pertemuan yang dilakukan sepanjang hari itu, tim belum mengambil ataupun menemukan kesimpulan atas polemik yang berkembang.
“Pada hari yang sama kami juga bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Agam melalui Disparpora. Namun sampai saat ini kami belum mengambil ataupun menemukan kesimpulan terkait persoalan yang terjadi. Semua informasi masih kami himpun sebagai bahan kajian di KONI Provinsi,” katanya.
Ia menegaskan, pesan utama yang ingin dibawa tim supervisi adalah mencari jalan keluar terbaik agar polemik Musorkab tidak berdampak terhadap masa depan atlet Kabupaten Agam.
“Yang paling penting bagi kita adalah bagaimana mencari solusi agar atlet-atlet Agam tetap bisa tampil pada Porprov Sumatera Barat 2026. Itu yang menjadi perhatian utama tim supervisi,” tegasnya.
Alvira menilai semangat yang sama juga ditunjukkan oleh kedua belah pihak, baik KONI Agam maupun Pemerintah Kabupaten Agam, yang sama-sama menginginkan persoalan tersebut segera selesai.
“Kami melihat semangat yang sama dari KONI Agam maupun Pemerintah Kabupaten Agam. Semua menginginkan persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik demi kepentingan olahraga dan atlet,” ujarnya.
Seluruh data, dokumen, serta hasil verifikasi lapangan selanjutnya akan dibawa ke KONI Sumatera Barat sebagai bahan pembahasan sebelum organisasi mengambil keputusan resmi.
“Seluruh data dan dokumen akan kami bawa ke KONI Provinsi. Apa pun keputusan yang nantinya diambil KONI Sumbar, kami berharap dapat menjadi solusi terbaik,” tutup Alvira.
Sementara itu, Ketum KONI Agam, Edi Busti menyebut, tim supervisi KONI Sumbar menyiratkan pesan bahwa tidak ada persoalan yang terjadi antara KONI Agam dan KONI Provinsi.
Dikatakan, sampai keluar rekomendasi atau hasil supervisi dari KONI Provinsi Sumatera Barat, proses Musorkab yang saat ini berada pada tahapan penjaringan dan penyaringan berkas administrasi calon ketua umum tetap dilanjutkan.
“Sampai hasil tim supervisi berupa rekomendasi diterbitkan KONI Provinsi, seluruh tahapan yang sudah berlangsung tetap dilanjutkan sesuai jadwal,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Tim Supervisi KONI Provinsi Sumatera Barat melakukan verifikasi ke KONI Agam sebagai tindak lanjut dari surat yang dilayangkan Pemkab Agam ke pihaknya pada 10 Juli lalu. (*)












