BREAKING NEWSSUMBAR

232 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Kualitas Udara Masih Sedang

×

232 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Kualitas Udara Masih Sedang

Sebarkan artikel ini

Untuk partikulat, PM10 masih relatif rendah dengan rata-rata 1,88, sedangkan PM2,5 rata-rata 4,77.  Yang perlu menjadi perhatian adalah tren kenaikan PM2,5 menjelang akhir periode pemantauan.

Rata-rata PM2,5 tercatat 3,25 pada 6 Agustus, kemudian naik menjadi 5,52 pada 11 Agustus, 6,83 pada 12 Agustus dan 6,75 pada 13 Agustus. Data 13 Agustus sendiri baru tercatat hingga pukul 11.00. 

Meski meningkat, kondisi tersebut belum mengubah kategori ISPU karena konsentrasi partikulat masih lebih rendah dibandingkan parameter dominan.

Baca Juga  DPC BBH Proklamator 1981 Luhak Nan Tuo Resmi Dibentuk

“Peningkatan PM2,5 tersebut belum menyebabkan perubahan kategori ISPU. Namun kecenderungan peningkatan pada akhir periode perlu dipantau untuk melihat apakah sifatnya sementara atau berlanjut,” kata Tasliatul Fuadi 

Menurutnya, kewaspadaan juga diperlukan karena Sumbar berada di tengah kepungan hotspot dari sejumlah provinsi tetangga.

Dalam periode yang sama, tercatat 927 hotspot di Riau, 794 di Jambi, 289 di Sumatera Utara dan 129 di Bengkulu. Bahkan Sumatera Selatan mencatat angka jauh lebih tinggi, mencapai 2.838 hotspot. 

Baca Juga  Penegak Perda Kota Padang Lakukan Pengawasan Terhadap PKL

Kondisi tersebut menjadi faktor yang patut dipantau, terutama terkait potensi pergerakan asap akibat kebakaran di luar Sumbar. Namun, berdasarkan dokumen pemantauan, belum dapat disimpulkan sumber spesifik pencemar hanya dari data kualitas udara. 

Diperlukan informasi tambahan mengenai aktivitas sumber emisi, kondisi meteorologi, arah dan kecepatan angin serta karakteristik wilayah sekitar stasiun.  (*).