HEADLINE

5.282 Jemaah dari Embarkasi Padang, Persiapan Haji 2026 Terus Dimatangkan

×

5.282 Jemaah dari Embarkasi Padang, Persiapan Haji 2026 Terus Dimatangkan

Sebarkan artikel ini
Kanwil Kemenhaj Sumbar melaksanakan uji coba menu (meal test) makanan halal untuk jemaah haji Embarkasi Padang di Aula Asrama Haji Embarkasi Padang, Jumat (17/4). Tahun ini, menu yang disiapkan bagi jemaah Embarkasi Padang difokuskan pada makanan lokal yang mudah dikonsumsi dan bernutrisi. IRHAM

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sumatera Barat (Sumbar) terus mematangkan persiapan ibadah haji 1447 H/2026 M. Dengan persiapan yang matang, diharapkan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal sejak keberangkatan hingga kepulangan.

Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki memastikan seluruh persiapan teknis telah dimatangkan untuk mendukung kelancaran keberangkatan. Tahun ini, ucapnya, Embarkasi Padang akan melayani 5.282 jemaah yang berasal dari Sumatera Barat dan Bengkulu. Jemaah ini akan diterbang bersama maskapai Garuda Indonesia dalam 14 kelompok terbang (kloter).

Ia mengatakan jemaah kloter pertama dijadwalkan masuk asrama pada 23 April 2026 pukul 06.00 WIB dan terbang ke Tanah Suci 24 April 2026 pukul 04.25 WIB. “Jemaah akan mulai masuk asrama pada 23 April dan keesokan harinya langsung diberangkatkan ke Madinah. Seluruh layanan seperti pembagian paspor, kartu Nusuk, biaya hidup, hingga pemeriksaan kesehatan dipusatkan dalam satu lokasi untuk memudahkan jemaah,” ucapnya usai kegiatan uji coba menu (meal test) makanan halal untuk jemaah haji Embarkasi Padang di Aula Asrama Haji Embarkasi Padang, Jumat (17/4).

Ia menegaskan bahwa kondisi geopolitik di Timur Tengah saat ini tidak mempengaruhi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. “Berdasarkan informasi yang kami terima, penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai jadwal. Situasi keamanan tidak berdampak karena penerbangan dari Indonesia langsung menuju Jeddah,” katanya.

Rifki menyebutkan, pihak asrama haji telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari peningkatan sanitasi, penyemprotan anti-nyamuk, hingga penambahan pasokan air untuk memastikan kenyamanan jemaah.

Baca Juga  Sidang Perdana Kasus Nenek Saudah Digelar, JPU Dakwa Percobaan Pembunuhan

Adapun jemaah tertua tahun ini berusia 90 tahun, sementara lansia termuda berusia 82 tahun, dan jemaah termuda berusia 18 tahun. Meski terdapat sejumlah jemaah yang batal berangkat karena wafat, kuota tersebut telah diisi melalui mekanisme penggantian. Dengan berbagai persiapan tersebut, seluruh pihak berharap operasional haji tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Lantik PPIH Embarkasi Padang

Di samping memastikan persiapan teknis, Kanwil Kemenhaj Sumbar juga telah melantik Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang di Asrama Haji Tabing Padang, Jumat (17/4).

Ia menyebutkan,, peran petugas haji dimulai sejak jemaah pertama tiba di asrama. Petugas bertanggung jawab memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. “Petugas harus memastikan pelayanan administrasi, kesehatan, hingga konsumsi berjalan baik. Tujuannya agar jemaah dapat beribadah dengan nyaman,” katanya.

Rifki menegaskan, penyelenggaraan haji tahun ini memiliki makna penting. Untuk pertama kalinya, pengelolaan haji berada di bawah Kemenhaj. Perubahan tata kelola ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan haji. “Haji bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Diperlukan dukungan semua pihak agar seluruh rangkaian berjalan lancar,” ujarnya.

Uji Coba Menu Jemaah

Di lain pihak, Maskapai Garuda Indonesia memastikan kesiapan layanan penerbangan haji tahun 2026 dengan menghadirkan menu khas Nusantara yang sehat dan ramah bagi jemaah, termasuk pilihan khusus bagi lansia. Layanan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kenyamanan ibadah jemaah sejak keberangkatan hingga pemulangan.

Baca Juga  Ketika Bupati Eka Putra Terharu Dijamu Masyarakat Nagari dan Perantau Buo se-Dunia

General Manager Garuda Indonesia Cabang Padang, Boydike Kusudiarso mengungkapkan bahwa menu yang disiapkan difokuskan pada makanan lokal yang mudah dikonsumsi dan bernutrisi.

“Menunya adalah menu lokal Nusantara yang diharapkan sehat untuk para jemaah. Saat keberangkatan, kami memilih makanan yang mudah dikonsumsi seperti ayam dan ikan, sehingga jemaah tetap nyaman dan bisa menjalankan ibadah haji dengan tenang hingga pemulangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada fase pemulangan, pihaknya juga menyiapkan menu khas Indonesia untuk mengobati kerinduan jemaah terhadap masakan Tanah Air. “Pada fase kedua saat pemulangan, kami menyediakan menu Nusantara seperti rendang, sehingga kerinduan terhadap masakan Indonesia bisa terobati saat perjalanan pulang,” katanya.

Selain itu, Garuda Indonesia juga menyiapkan menu khusus bagi jemaah lanjut usia. Menu ini dirancang lebih ringan agar mudah dicerna. Untuk lansia, Garuda punya menu pilihan. Jika sulit mencerna makanan berat, tersedia alternatif seperti bubur bagi jemaah agar tetap aman dan nyaman dikonsumsi.

Secara operasional, keberangkatan jemaah haji dari Sumbar dijadwalkan mulai 24 April hingga pertengahan Juni 2026. Garuda Indonesia akan memberangkatkan sebanyak 5.402 jemaah dengan 14 kali penerbangan menggunakan pesawat berkapasitas 393 kursi, serta dilengkapi ambulift untuk jemaah berkebutuhan khusus. (h/irh)