“Melalui medium fotografi kami ingin menjadi media kampanye edukasi dengan menyajikan fakta kondisi di lapangan yang lebih menggugah,” katanya.
Sementara itu, ketua yayasan Jejak Harimau Sumatera, Adi Prima mengatakan butuh dukungan sinergi yang kuat seluruh elemen dalam upaya-upaya penyelamatan subspesies terakhir harimau Indonesia tersebut.
“Tantangan menjaga subspesies terakhir harimau Indonesia kini kian berat. Untuk itu, Yayasan Jejak Harimau Sumatera hadir. Bagi kami, satwa pemuncak ini tak hanya merupakan satwa yang menempati posisi puncak predator, tapi juga merupakan bagian dari jati diri bangsa ini,”kata Adi Prima.
Ia melanjutkan, tujuan utama Yayasan Jejak Harimau Sumatera tak lain menularkan pesan positif tentang pentingnya menjaga, melindungi dan melestarikan habitat Harimau Sumatera untuk keseimbangan ekosistem.
“Selain itu, kita ingin menjadikan yayasan ini sebagai media arus utama dalam kampanye dan edukasi tentang pelestarian Harimau Sumatera melalui medium fotografi, videografi dan narasi-narasi yang mampu membangkitkan kesadaran publik,” katanya.
Yayasan Jejak Harimau Sumatera, kata Adi juga memiliki mimpi untuk menjadi pusat studi, data dan informasi Harimau Sumatera dan ikut serta memperkuat upaya mitigasi konflik dengan melakukan pendekatan melalui aspek kultural dan aspek ekologis.












