PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) terus menunjukkan keseriusannya dalam membenahi sektor pariwisata. Salah satu langkah strategis yang kini mulai membuahkan hasil adalah penerapan digitalisasi retribusi di destinasi unggulan Pantai Carocok, yang dinilai mampu mendorong transparansi sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Transformasi ini tidak hanya menyentuh sistem pembayaran tiket masuk, tetapi juga diiringi dengan penataan menyeluruh di kawasan wisata. Penertiban pedagang kaki lima (PKL), pengelolaan parkir, hingga pembenahan fasilitas umum dilakukan secara bertahap guna menciptakan kawasan yang lebih tertib dan ramah pengunjung.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menegaskan bahwa digitalisasi retribusi merupakan bagian dari upaya modernisasi tata kelola pariwisata daerah. Menurutnya, sistem ini menjadi solusi untuk meminimalisir potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam bertransaksi.
“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel,” ujar Hendrajoni di Painan, Senin (30/3/2026).
Ia juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata, khususnya selama momentum libur Idulfitri. Mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), aparat keamanan dari Polres Pesisir Selatan, Satpol PP dalam penegakan ketertiban, hingga dukungan Jasa Raharja dalam aspek perlindungan pengunjung.
“Kolaborasi ini menjadi kunci utama kebangkitan pariwisata kita. Ke depan harus terus kita jaga dan tingkatkan,” tambahnya.
Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 turut berdampak signifikan terhadap pendapatan daerah. Berdasarkan data yang dihimpun, sejak 21 hingga 29 Maret 2026, jumlah tiket dewasa yang terjual mencapai 47.787 lembar dengan nilai Rp477.870.000. Sementara tiket anak-anak sebanyak 3.199 lembar dengan nilai Rp15.995.000.
Total pendapatan dari retribusi masuk kawasan Pantai Carocok pun mencapai Rp493.865.000. Angka tersebut semakin bertambah dengan kontribusi sektor parkir sebesar Rp19.960.000, sehingga total PAD yang berhasil dikumpulkan selama periode tersebut mencapai Rp513.825.000.
Digitalisasi ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dengan Bank Nagari yang menyediakan perangkat dan sistem pembayaran digital di lapangan. Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika juga memperkuat aspek keamanan melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis.
Pemantauan berbasis teknologi ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus menjadi bagian dari sistem pengawasan terpadu di kawasan wisata.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih terjadi di lapangan. Keluhan terkait pungutan liar, tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan, hingga harga makanan yang dinilai tinggi menjadi perhatian serius untuk segera dibenahi.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran. Semua akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ucap Bupati.
Tak hanya di Pantai Carocok, geliat pariwisata juga terlihat di kawasan Mandeh yang kembali dipadati wisatawan. Aktivitas kapal wisata meningkat signifikan, sementara tingkat hunian penginapan dilaporkan penuh selama libur Lebaran.
Dengan berbagai inovasi dan pembenahan yang terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan optimistis daerah ini akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. (*)












