PADANG, HARIANHALUAN.id — Universitas Bung Hatta (UBH) tengah menyiapkan pembukaan Program Studi S3 Teknik Berkelanjutan sebagai langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pengembangan ilmu teknik yang terintegrasi antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Program ini dirancang untuk merespons berbagai isu global, seperti perubahan iklim, ketahanan infrastruktur, serta mitigasi bencana, dengan fokus khusus pada wilayah pesisir yang memiliki tingkat kerentanan tinggi, termasuk di Sumatera Barat.
Guru Besar Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UBH, Prof. Dr. Ir. Haryani, MTP, menyampaikan bahwa kehadiran program ini menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya solusi berbasis keilmuan terhadap berbagai persoalan pembangunan berkelanjutan.
“Program ini dibuka untuk menjawab kebutuhan pengembangan ilmu teknik berkelanjutan yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, khususnya dalam menghadapi isu global seperti perubahan iklim, ketahanan infrastruktur, dan mitigasi bencana, terutama di wilayah pesisir,” ujarnya, Minggu (3/5).
Ia menjelaskan, program S3 Teknik Berkelanjutan diusulkan pada tahun 2026 dan direncanakan mulai menerima mahasiswa setelah memperoleh izin resmi pembukaan dari pemerintah.
Meski demikian, minat terhadap program ini sudah terlihat dari adanya sekitar 15 calon mahasiswa sebagai indikasi awal, yang berasal dari berbagai daerah seperti Padang, Pekanbaru, dan Jambi.
Menurutnya, program ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya pendekatan multidisipliner yang melibatkan bidang Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta geospasial.
Selain itu, fokus pada isu kebencanaan dan kawasan pesisir, integrasi kearifan lokal dengan teknologi modern, serta pendekatan berbasis riset inovatif yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), menjadi nilai tambah utama.
Dukungan laboratorium alam pesisir Sumatera Barat juga memperkuat implementasi riset lapangan.
Konsep teknik berkelanjutan dalam kurikulum diterapkan melalui pendekatan system thinking dan life cycle assessment, dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan, menerapkan pendekatan eco-design, serta menghadirkan inovasi teknik yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Adapun fokus riset yang menjadi prioritas mencakup pemetaan risiko pesisir dan bencana, pembangunan infrastruktur tangguh bencana, perencanaan kota pesisir berkelanjutan, pengembangan infrastruktur hijau dan rendah karbon, adaptasi perubahan iklim, hingga pengembangan smart coastal resilience system.
Dalam proses pembelajaran, UBH menerapkan metode berbasis riset (research-based learning) yang didukung kolaborasi lintas disiplin dan institusi.
Mahasiswa akan terlibat dalam praktik lapangan, pemodelan, serta didorong untuk menghasilkan publikasi di jurnal internasional, dengan disertasi sebagai output utama.
Lebih lanjut, Prof. Haryani menyebutkan bahwa program ini juga membuka peluang kerja sama internasional melalui kolaborasi riset global, publikasi internasional, integrasi isu-isu SDGs dan kebijakan global, serta kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan internasional.
Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari akademisi, profesional teknik seperti konstruksi dan arsitektur, aparatur sipil negara di bidang pekerjaan umum dan perencanaan wilayah, hingga praktisi industri dan konsultan.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari adanya calon mahasiswa dari berbagai instansi dan daerah.
“Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi Sumatera Barat, terutama dalam penguatan ketahanan wilayah pesisir, mitigasi bencana berbasis riset, serta pengembangan kebijakan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa lulusan program ini nantinya diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif di bidang teknik berkelanjutan, mengembangkan teknologi ramah lingkungan, memberikan rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah, serta menjadi pemimpin dalam riset dan pembangunan berkelanjutan.
Dari sisi peluang karier, lulusan program ini memiliki prospek luas, mulai dari akademisi dan peneliti, konsultan teknik dan lingkungan, perencana wilayah dan kota, ASN atau pengambil kebijakan, hingga sektor industri konstruksi, energi, dan lembaga internasional.
Untuk mendukung proses akademik, UBH telah menyiapkan berbagai fasilitas, seperti laboratorium teknik dan lingkungan, teknologi geospasial dan pemodelan, serta laboratorium alam pesisir Sumatera Barat sebagai basis penelitian lapangan.
Program ini juga didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten, di antaranya Prof. Dr. Ir. Haryani, MTP, Prof. Dr. Nasfryzal Carlo, Dr. Wahyudi Putra Utama, BQS., M.T., Dr. Dwifitra Yenti Jumas, S.T., MSCE., serta Dr. I Nengah Tela, S.T., M.Sc.
Ke depan, UBH menargetkan program ini menjadi program doktor unggulan yang berdaya saing global, mampu mengembangkan ilmu teknik berkelanjutan, mendukung pembangunan infrastruktur dan kota tangguh, serta berkontribusi dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan keberlanjutan di tingkat global.(h/ita)






