POLITIKSUMBAR

Muslim M. Yatim: Pengembangan Energi Terbarukan Harus Mengedepankan Persetujuan Masyarakat

×

Muslim M. Yatim: Pengembangan Energi Terbarukan Harus Mengedepankan Persetujuan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID– Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Muslim M. Yatim menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Sumatera Barat tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi dan regulasi, tetapi juga oleh penerimaan masyarakat terhadap setiap proyek yang akan dibangun.

Hal itu disampaikannya saat berdialog bersama Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Wilayah Sumbar, PLN UID Sumbar, Dinas ESDM Sumbar, serta sejumlah praktisi dan akademisi dalam agenda reses DPD RI di kota Padang Kamis (23/7/2026).

Menurut Senator RI asal Sumatra Barat itu , masyarakat kini kerap memiliki pertanyaan mendasar terkait pengelolaan sumber daya energi di daerah. Salah satunya mengenai pemanfaatan listrik yang dihasilkan dari Sumatera Barat.

Baca Juga  Tertua di Padang! Masjid Raya Ganting Berusia 217 Tahun

“Banyak masyarakat yang bertanya, mengapa daerah penghasil listrik tidak memprioritaskan kebutuhan masyarakatnya sendiri terlebih dahulu sebelum energi tersebut disalurkan ke daerah lain. Pertanyaan seperti ini perlu dijawab secara terbuka agar masyarakat memahami sistem kelistrikan nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, Muslim menilai peran METI menjadi sangat strategis dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. 

Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya berbicara mengenai aspek teknis energi, tetapi juga membangun pemahaman publik agar masyarakat bersedia mendukung pemanfaatan lahannya untuk kepentingan pembangunan energi bersih.

Baca Juga  Vasko Ruseimy Terbuka Soal Kritik untuk Bangun Sumbar

“METI bukan hanya memikirkan teknologi energi, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi sehingga masyarakat memahami manfaat pembangunan dan memberikan persetujuan terhadap pemanfaatan lahannya,” katanya.

Muslim M Yatim mencontohkan berbagai proyek energi, mulai dari panas bumi (geothermal) hingga pembangkit listrik tenaga air, yang kerap menghadapi penolakan masyarakat meskipun berbagai upaya mitigasi dampak telah dilakukan.