PADANG, HALUAN – Pengembangan e-book akademik sebagai strategi memperluas jangkauan publikasi ilmiah ke pasar global menjadi salah satu pembahasan utama dalam sesi Academic E-Book Development & Digital Publishing pada ajang International Digital Economy, Academic Publishing and Innovation (IDEAP) 2026 yang digelar di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta delegasi dari Indonesia dan Malaysia yang hadir untuk mengikuti rangkaian diskusi mengenai transformasi penerbitan digital di lingkungan perguruan tinggi.
Salah satu pembicara utama, Chief Executive Officer (CEO) MSGA Sdn. Bhd., Mohd Shahpizan bin Mustapha atau yang dikenal sebagai TJey PADU, menegaskan bahwa e-book kini menjadi salah satu media penerbitan yang sangat strategis dalam memperluas akses ilmu pengetahuan ke tingkat internasional.
Menurutnya, pengembangan e-book akademik tidak hanya mempercepat diseminasi hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi dosen, peneliti, dan institusi pendidikan untuk meningkatkan visibilitas karya ilmiah mereka di tingkat global.
“Melalui penerbitan digital, hasil penelitian dapat diakses lebih luas sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi internasional,” ujarnya.
Selain TJey PADU, sesi tersebut juga menghadirkan Chairman MSGA Sdn. Bhd., Mayor (Purn.) Hasrul Taufek bin Roslan atau yang akrab disapa Master Shiro, serta Mar’atul Husna binti Roslan. Keduanya membahas perkembangan penerbitan digital serta inovasi yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan tinggi untuk menghadapi era ekonomi digital.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas Negeri Padang (UNP), Universiti Malaysia Sabah (UMS), MSGA Sdn. Bhd., PT Minang Maimbau Ajo, dan PT Pustaka Indonesia Service.
Melalui kolaborasi tersebut, para penyelenggara berharap dapat memperkuat jejaring kerja sama akademik internasional sekaligus mendorong percepatan transformasi penerbitan digital di perguruan tinggi, sehingga karya-karya akademik dari Indonesia dan Malaysia semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar global. (h/yes)












