PADANG, HARIANHALUAN.id— BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang menerima penghargaan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat.
Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas dukungan BPJS Ketenagakerjaan pada setiap kegiatan Muhammadiyah sekaligus tindak lanjut kerja sama perlindungan pekerja di lingkungan Muhammadiyah.
Secara nasional, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada seluruh unsur Muhammadiyah.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Afrialdi mengatakan, kerja sama yang telah berjalan dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) salah satunya dilakukan melalui sistem keagenan korporasi dengan KSPPS BTM.
Dalam kerja sama tersebut, KSPPS BTM berperan sebagai kanal untuk melakukan pendaftaran dan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan.
“Hingga saat ini, sebanyak 372 orang dari unsur pimpinan, guru, dan amal usaha Muhammadiyah telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Afrialdi kepada Haluan di Padang, Jumat (18/9).
Afrialdi yang didampingi Kabid Kepesertaan Muhammad Afdhal, mengatakan, kerja sama tersebut baru berjalan pada awal 2026 sehingga proses perluasan kepesertaan masih terus dilakukan.
“Kerja sama baru dilakukan pada awal tahun 2026 ini, walaupun belum ter-cover secara keseluruhan,” ujarnya.
Saat ini, program perlindungan yang diikuti peserta dari lingkungan Muhammadiyah terdiri dari dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Khusus dengan Muhammadiyah, BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperkuat kolaborasi dan melakukan monitoring serta evaluasi secara rutin bersama pimpinan Muhammadiyah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau seluruh warga Muhammadiyah.
“Ke depan, kami tetap berkolaborasi secara intens dan melakukan monitoring serta evaluasi rutin bersama pimpinan Muhammadiyah untuk memastikan seluruh warga Muhammadiyah telah terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Afrialdi.
Ia menambahkan di tingkat Sumatera Barat, secara keseluruhan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai sekitar 711 ribu orang. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 27 persen dari total pekerja di Sumatera Barat.
Angka tersebut menunjukkan masih terbuka ruang yang besar untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di Sumatera Barat.
Untuk meningkatkan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder.
Upaya tersebut antara lain melalui pemanfaatan dana CSR, APBD, kepedulian perantau, Baznas, serta memastikan perusahaan tertib mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, kolaborasi juga dilakukan dengan aparat penegak hukum (APH) dalam mendukung perluasan kepesertaan dan kepatuhan perusahaan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan. (h/ita)












