PADANG, HARIANHALUAN.ID— Dari sekitar 370 ribu pekerja di Kota Padang, masih ada 220 ribu pekerja atau sebesar 60 persen belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.
Sektor informal menjadi penyumbang terbesar yakni sebanyak 150.139 pekerja yang belum terlindungi terutama sektor perdagangan, pekerja mandiri dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sebanyak 150 ribu pekerja informal inilah yang menjadi sasaran dari 53 Agen Perisai untuk 104 kelurahan di Kota Padang yang dikukuhkan oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran di Basko Hotel Padang, Selasa (22/9).
Ikut hadir Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Afrialdi, Kabid Kepesertaan Muhammad Afdhal, Direktur Utama PT Damko Manggala Utama David Melko, camat dan lurah serta para agen perisai.
Selain pengukuhan Agen Perisai, Wali Kota Padang Fadly Amran juga berkesempatan menyerahkan santunan Jaminan Kematian bagi tiga ahli waris yang berprofesi sebagai pedagang, buruh lepas dan petani.
Para Agen Perisai tersebut diharapkan dapat menjangkau 104 kelurahan yang ada di Kota Padang serta menambah 60 ribu kepesertaan baru setiap tahun khususnya sektor pekerja informal.
“Dengan target 60 ribu setahun, dalam waktu kurang dari tiga tahun kita harapkan sebanyak 150 ribu pekerja informal tersebut sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Wali Kota Padang Fadly Amran.
Fadly mengatakan, Pemko Padang telah menjalankan Program Padang Melayani dengan memberikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi pekerja rentan pada sektor informal.
Pada tahun 2025, Pemko Padang telah mendaftarkan sebanyak 3.000 pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan jumlah itu meningkat menjadi 13.338 pekerja pada 2026.
“Program tersebut sepenuhnya dibiayai APBD Kota Padang dan ditujukan bagi warga dalam desil 1 hingga 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar Fadly.
Hingga Agustus 2026, manfaat program telah diterima sembilan pekerja rentan untuk santunan kematian dengan total Rp218 juta. Sementara manfaat perawatan akibat kecelakaan kerja diberikan kepada sembilan pekerja dengan total Rp165 juta.
Menurut Fadly, program yang dibiayai oleh APBD tentu belum cukup untuk dapat menjangkau seluruh pekerja yang belum terlindungi.
“Oleh karena itu, Agen Perisai diarahkan menyasar pekerja mandiri dan informal, termasuk pedagang, petani, nelayan, pengemudi, juru parkir, pekerja harian, pelaku UMKM, pemilik usaha dan pekerja profesional,” ujarnya lagi.
Fadly meminta 53 Agen Perisai aktif melakukan sosialisasi, edukasi dan akuisisi kepesertaan. Para agen juga diminta memahami kondisi masyarakat serta memberikan informasi yang benar mengenai program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
Ia berharap camat dan lurah mendukung kerja Agen Perisai melalui koordinasi, administrasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Dukungan tersebut dinilai penting karena jangkauan 53 agen diarahkan untuk mencakup seluruh 104 kelurahan di Kota Padang.
Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Afrialdi mengatakan, Agen Perisai menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat kelurahan.
Mereka diharapkan menjadi pihak pertama yang membantu peserta ketika mengalami kecelakaan kerja maupun ketika keluarga peserta menghadapi risiko kematian.
“Kalau terjadi kecelakaan kerja, mereka yang pertama membantu. Kalau ada peserta meninggal, mereka juga yang pertama datang ke keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, dikatakannya BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang telah membayarkan manfaat lebih dari Rp180 miliar kepada hampir 18 ribu penerima.
“Pembayaran tersebut juga mencakup beasiswa bagi 477 anak peserta yang masih menempuh pendidikan,” terangnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemko Padang yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung peningkatan Universal Coverage Jaminan (UCJ) Sosial Ketenagakerjaan.
Afrialdi menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia telah menetapkan target capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kota Padang sebesar 32 persen dari total pekerja.
Realisasi UCJ Kota Padang saat ini dikatakannya sudah berada di atas angka 40 persen atau sudah jauh melampaui dari target yang ditetapkan.
“Pak wali kota ingin agar semua pekerja bisa terlindungi artinya target beliau capaian UCJ kota bisa mencapai sebesar 100 persen,” ungkapnya lagi.
Direktur Utama PT Damko Manggala Utama David Melko mengatakan, pihaknya merupakan mitra BPJS Ketenagakerjaan yang menangani kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).
Di Sumatera Barat saatini terdapat sekitar 1.000 Agen Perisai, lebih dari 600 di antaranya berada di Kota Padang.
Menurut David, Agen Perisai dibutuhkan untuk menjangkau pekerja hingga ke lingkungan masyarakat yang sulit dijangkau oleh layanan formal.
Oleh karena itu, Perisai Community Movement diarahkan untuk memperluas kepesertaan dan memastikan pekerja dan keluarganya memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko seperti kecelakaan kerja atau kematian.
Dengan iuran ringan sebesar Rp16.800 saja per bulan, peserta sudah mendapatkan perlindungan termasuk manfaat kematian sebesar Rp42 juta.
“Target kami, 200 ribuan pekerja yang belum terlindungi itu bisa selesai. Jangan sampai ada warga Padang yang meninggal tanpa mendapatkan manfaat perlindungan ,” ujarnya. (h/ita)












