UTAMA

UNP Dorong Pemuda Kayu Tanam Garap Konten Digital untuk Gerakkan Ekonomi Lokal

×

UNP Dorong Pemuda Kayu Tanam Garap Konten Digital untuk Gerakkan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
Dosen
Kegiatan PKM Dosen Program Studi Fisika FMIPA UNP dengan Nagari Kayu Tanam dalam pemberdayaan pemuda Nagari Kayu Tanam melalui pelatihan perancangan dan pembuatan daily video blog untuk promosi potensi local. HUMAS

PADANG PARIAMAN, harianhaluan.id — Potensi ekonomi lokal Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, terus didorong untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dengan membekali pemuda setempat keterampilan membuat daily video blog (vlog) untuk mempromosikan wisata, kuliner, pertanian, serta berbagai potensi ekonomi dan budaya nagari. Pelatihan tersebut digelar dosen Program Studi Fisika, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP) di Kantor Nagari Kayu Tanam, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan bertema “Pemberdayaan Pemuda Nagari Kayu Tanam melalui Pelatihan Perancangan dan Pembuatan Daily Video Blog untuk Promosi Potensi Lokal” itu merupakan bagian dari hibah Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) UNP. Program dipimpin Zulhendri Kamus, M.Si., bersama tim dosen Dr. Harman Amir, M.Si., Drs. Letmi Dwiridal, M.Si., Eka Susanti, S.Pd., M.Si., Rahmat Hidayat, S.Pd., M.Si., dan Syafri, M.Si. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Aulia Rizki Amanda dan M. Afdal serta Pemerintah Nagari Kayu Tanam yang diwakili Wali Nagari Harmer Sandri.

Dari sisi ekonomi, Kayu Tanam memiliki modal yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi kawasan yang lebih dikenal sebagai tujuan wisata sekaligus sentra produk lokal. Letaknya di jalur strategis yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi menjadi salah satu keuntungan dalam menarik pergerakan masyarakat. Potensi wisata alam, kuliner seperti durian dan bika, pertanian, serta aktivitas sosial budaya masyarakat dapat menjadi sumber penggerak ekonomi apabila dikemas dan dipasarkan secara tepat melalui kanal digital.

Ketua tim pengabdian, Zulhendri Kamus, mengatakan penggunaan media digital perlu diarahkan tidak sekadar untuk membuat konten hiburan, tetapi juga menjadi sarana promosi ekonomi masyarakat. Menurutnya, semakin banyak potensi Kayu Tanam yang dikenal publik, semakin besar pula peluang pelaku usaha lokal mendapatkan pasar baru. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi salah satu kegiatan awal yang akan terus berlanjut dalam rangka pendampingan nagari untuk terus mempromosikan potensi lokal yang dimiliki sehingga Kayu Tanam semakin dikenal dari banyak aspek,” katanya.

Baca Juga  ITB HAS Bukittinggi Wisuda 94 Lulusan, Perkuat Mutu dan Kolaborasi Pendidikan

Dalam pelatihan tersebut, pemuda dibekali kemampuan merancang konten, menyusun storyboard, mengambil gambar, mengatur pencahayaan dan audio, melakukan penyuntingan, hingga mempublikasikan video melalui media sosial. Perangkat yang digunakan juga relatif mudah diperoleh, seperti telepon pintar, tripod, mikrofon eksternal, dan aplikasi penyuntingan video. Dengan demikian, kegiatan produksi konten tidak membutuhkan modal besar dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pemuda setelah pelatihan berakhir.

Potensi ekonomi yang diperkenalkan melalui konten digital juga tidak dibatasi pada produk kuliner. Tim pengabdian mendorong pemuda mengangkat sejarah dan heritage Kayu Tanam, seperti INS Kayu Tanam, makam M. Djamil, serta Stasiun Kereta Api Kayu Tanam. Pengemasan cerita sejarah dan budaya tersebut dinilai dapat memperkaya daya tarik nagari, sehingga kunjungan masyarakat tidak hanya berorientasi pada kuliner, tetapi juga pada pengalaman wisata, sejarah, dan budaya yang pada akhirnya berpotensi memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha setempat.

Pelatihan juga menggunakan pendekatan praktik langsung. Peserta diajak membedah sejumlah video yang sebelumnya telah dibuat dan dipublikasikan oleh tim digital dalam struktur kenagarian Kayu Tanam. Pembahasan mencakup isi konten, teknik pengambilan gambar, proses penyuntingan hingga konsistensi jadwal publikasi. Dari evaluasi tersebut, pemuda dapat mengetahui kekuatan dan kekurangan konten yang telah dibuat sekaligus melihat peluang pengembangan promosi potensi lokal secara lebih terarah.

Pemuda Kayu Tanam Didorong Garap Konten Digital untuk Gerakkan Ekonomi Lokal

Wali Nagari Kayu Tanam, Harmer Sandri, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi terhadap program yang melibatkan pemuda. Dukungan pemerintah nagari dinilai penting agar keterampilan digital yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas kreatif yang berkelanjutan. Jika dikelola secara konsisten, kelompok kreatif digital dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem promosi ekonomi nagari.

Baca Juga  Masyarakat Trauma dengan Aneka Janji Manis yang Tak Pernah Ditunaikan PLTA Singkarak

Salah seorang peserta mengatakan pelatihan tersebut memberikan perspektif baru mengenai potensi yang dapat diangkat menjadi konten. Selama ini, promosi daerah cenderung lebih banyak menampilkan potensi yang sudah dikenal, sementara sejumlah cerita sejarah dan heritage belum dikemas secara menarik. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat membuka wawasan kami tentang ide atau isi dari konten atau berita yang akan dibuat ke depannya, terutama tentang sejarah dan heritage daerah Kayu Tanam yang sebelumnya belum dikemas dengan baik,” ujarnya.

Melalui pembentukan kelompok kreatif digital, pemuda diharapkan mampu memproduksi konten secara rutin dan membangun pola promosi yang lebih terencana. Konten tentang destinasi wisata dapat diarahkan untuk menarik pengunjung, sementara konten kuliner dan produk masyarakat dapat membantu memperluas jangkauan pasar UMKM. Dengan biaya promosi yang relatif terjangkau, media sosial juga membuka peluang bagi pelaku ekonomi lokal untuk memperkenalkan produk kepada konsumen di luar Kayu Tanam.

Bagi tim pengabdian Program Studi Fisika FMIPA UNP, pemanfaatan teknologi digital merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas masyarakat. Ke depan, pendampingan diharapkan terus dilakukan agar pemuda tidak hanya mampu membuat video, tetapi juga memahami bagaimana membangun konten yang konsisten, informatif, dan memiliki nilai promosi. Dengan demikian, teknologi digital diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperluas pasar, memperkenalkan potensi Kayu Tanam, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis wisata, budaya, kuliner, dan kreativitas masyarakat. (h/rel)