Nanda menjelaskan, tema “Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia” dipilih bukan tanpa alasan. Tema tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa kemampuan dan keterampilan merupakan aset penting yang harus terus diasah oleh setiap pekerja konstruksi.
Ia menilai, profesi tukang bangunan saat ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. “Di tengah perkembangan teknologi konstruksi dan tuntutan kualitas bangunan yang semakin tinggi, para tukang dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka,” katanya.
Lebih jauh, Nanda menekankan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak lepas dari peran besar para tukang bangunan. Menurutnya, para tukang merupakan pihak yang mengubah rancangan menjadi bangunan nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Insinyur boleh merencanakan, arsitek boleh menggambar desain, tetapi yang mengubah gambar menjadi rumah, masjid, sekolah, jalan, hingga gedung adalah para tukang bangunan. Karena itu, tukang bangunan adalah tulang punggung pembangunan Indonesia,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.
Sementara itu, perwakilan distributor PT Puskud Jaya Bersama, Busrizal, turut memberikan apresiasi kepada PT Semen Padang yang konsisten menghadirkan program pembinaan bagi para pekerja konstruksi. Menurutnya, kegiatan seperti Akademi Jago Bangunan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang konstruksi yang saat ini berkembang sangat cepat.
“Profesi tukang bangunan bukan pekerjaan biasa. Ini adalah profesi penting yang membutuhkan keterampilan dan tanggung jawab besar. Apalagi perkembangan dunia konstruksi sekarang sangat pesat, sehingga kemampuan sumber daya manusianya juga harus terus ditingkatkan,” katanya.
Busrizal juga mengingatkan bahwa Akademi Jago Bangunan ini merupakan hal berharga yang tidak dimiliki semua orang. Untuk itu, ia berharap kepada semua peserta untuk dapat mengikuti dan mencermati semua materi yang disampaikan dengan baik, sehingga ilmu yang didapat dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Di samping itu, kami juga mengingatkan agar semua peserta Akademi Jago Bangunan untuk terus bersikap profesional. Artinya, tidak hanya bekerja sebagai tukang bangunan, tetapi juga memiliki tanggung jawab, disiplin, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja,” katanya.












