PADANG, HARIANHALUAN.ID – Di tengah jejak kerusakan pascabencana yang masih menyisakan persoalan kesehatan dan ekonomi, sekelompok mahasiswa tampil membawa harapan baru.
Melalui program pengabdian masyarakat bertajuk Mahasiswa Berdampak, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mercubaktijaya menghadirkan solusi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Januari hingga 28 Februari 2026 ini mengusung tema “Pemulihan Layanan Kesehatan dan Gizi Anak Sekolah Dasar melalui UKS dan Pendampingan Usaha Bakery Sehat Pasca Bencana.”

Program tersebut melahirkan inovasi unggulan bernama SITANGGUH PASCA (Sistem Terintegrasi Teknologi Tepat Guna untuk Pemulihan Pascabencana), sebuah pendekatan berbasis teknologi sederhana yang aplikatif dan mudah diterapkan masyarakat terdampak.
Tim pengabdian terdiri dari mahasiswa BEM Universitas Mercubaktijaya dengan pendampingan dosen yang diketuai Mitayani, SSiT, M.Biomed, PhD, bersama anggota Eka Putri Primasari, SKM, M.Kes, dan Lilik Suhery, M.Kom. Program ini menyasar dua mitra utama, yakni Tim UKS SDN 17 Gurun Laweh dan UMKM Fakri Bakery, dengan total 40 penerima manfaat.
Pada sektor pendidikan, kata Mitayani, bahwa program ini difokuskan pada pengembangan Model UKS Tanggap Bencana.











